Arsip Tag: niat

Betapa Ribuan Pahala Hilang Karena Ketiadaan Ilmu dan Niat


Betapa banyak ribuan pahala hilang karena amalan yang kita anggap biasa itu tidak disertai dengan ilmu dan tanpa menghadirkan niat.

Syaikh Utsaimin ketika menjelaskan hadits diampuninya seseorang karena memberi minum anjing yang haus, menjelaskan bahwa setiap hewan yang kita beri minum atau makan, atau memberi perlindungan dari panas atau dingin baik itu hewan milik kita atau milik orang lain, atau merupakan hewan yang bebas (liar), maka kita akan mendapatkan pahala disisi Allah عزّ و جلّ . Ini masih terkait dengan hewan. Lanjutkan membaca Betapa Ribuan Pahala Hilang Karena Ketiadaan Ilmu dan Niat

Iklan

Meraih Berbagai Pahala dengan Sebuah Amalan: Sebuah Kaidah Fiqih


إِذَا اجْتَمَعَتْ عِبَادَتَانِ مِنْ جِنْسٍ وَاحِدٍ اكْتَفَى عَنْهُمَا بِفِعْلٍ وَاحِدٍ إِذَا كَانَ المَقْصُوْدُ وَاحِدًا

“Apabila berkumpul dua ibadah yang satu jenis, maka dengan mengerjakan salah satunya sudah mencukupi untuk keduanya jika maksudnya sama.”

Makna Kaidah

Maksud dari kaidah ini adalah apabila ada beberapa jenis ibadah yang sama bentuk dan mempunyai satu tujuan yang sama, maka dengan mengerjakan salah satu perbuatan saja bisa mewakili amal perbuatan lainnya jika diniatkan untuk semuanya.

Al-Hafizh Ibnu Rajab mengungkapkan kaidah ini dalam Qawa’id beliau no 18 dengan lafazh:

إِذَا اجْتَمَعَتْ عِبَادَتَانِ مِنْ جِنْسٍ فِي وَقْتٍ وَاحِدٍ لَيسَتْ إِحدَاهُمَا مَفْعُولَةً عَلَى جِهَةِ القَضَاء وَلَا عَلَى طَرِيقِ التَّبَعِيَّةِ لِلأُخْرَى فِى الوَقْتِ تَدَاخَلَتْ أَفعَالُهُمَا واكْتَفَىى فِيهِمَا بِفِعْلٍ وَاحِدٍ

“Apabila ada dua ibadah yang satu jenis dan dikerjakan dalam satu waktu sedangkan salah satunya bukan dikerjakan untuk mengqadha juga bukan karena mengikuti ibadah lainnya yang satu waktu, maka dengan mengerjakan satu saja bisa mewakili lainnya.” Lanjutkan membaca Meraih Berbagai Pahala dengan Sebuah Amalan: Sebuah Kaidah Fiqih

Pernik-Pernik Ramadhan (5): Niat Setiap Hari Atau Saja Sekali Dalam Satu Bulan ?


Niat adalah salah satu rukun puasa, dan tidak sah puasa seseorang kecuali dengan dua perkara ini [1]

Nabi shallallahu’alayhi wa sallam bersabada,

مَنْ لَمْ يُجْمِعْ الصِّيَامَ قَبْلَ الْفَجْرِ فَلاَ صِيَامَ لَهُ

“Barangsiapa yang tidak meniatkan puasa (Ramadhan) sebelum fajar, maka tidak ada puasa baginya”.[2]

Kemudian yang menjadi pertanyaan adalah, apakah niatnya harus setiap hari?

Masalah ini diperselisihkan oleh para ulama menjadi dua pendapat. Lanjutkan membaca Pernik-Pernik Ramadhan (5): Niat Setiap Hari Atau Saja Sekali Dalam Satu Bulan ?