Arsip Tag: ilmu

Betapa Ribuan Pahala Hilang Karena Ketiadaan Ilmu dan Niat


Betapa banyak ribuan pahala hilang karena amalan yang kita anggap biasa itu tidak disertai dengan ilmu dan tanpa menghadirkan niat.

Syaikh Utsaimin ketika menjelaskan hadits diampuninya seseorang karena memberi minum anjing yang haus, menjelaskan bahwa setiap hewan yang kita beri minum atau makan, atau memberi perlindungan dari panas atau dingin baik itu hewan milik kita atau milik orang lain, atau merupakan hewan yang bebas (liar), maka kita akan mendapatkan pahala disisi Allah عزّ و جلّ . Ini masih terkait dengan hewan. Lanjutkan membaca Betapa Ribuan Pahala Hilang Karena Ketiadaan Ilmu dan Niat

Iklan

Wahai Penuntut Ilmu, Carilah Harta dan Menabunglah Agar Mandiri


Imam Ibnul Jauziy berkata: “Saya pernah menghadiri jamuan orang-orang kaya. Bagi mereka, para ulama adalah kalangan yang paling hina. Ulama-ulama itu menjadi hina karena berada di tengah orang kaya untuk mengharapkan sesuatu dari mereka. Orang-orang kaya itu pun tak menghormatinya karena mereka tahu bahwa para ulama itu banyak menggantungkan nasib mereka padanya. Saya melihat adanya kekeliruan di kedua pihak tersebut. Lanjutkan membaca Wahai Penuntut Ilmu, Carilah Harta dan Menabunglah Agar Mandiri

Ilmu VS Maksiat


Ilmu adalah anugerah Allah ta’ala, dan ia adalah amanat Allah azza wa jalla. Maka ilmu tidak diberikan kecuali kepada orang yang Allah kehendaki, dan amanat itu tidak akan diberikan kepada orang yang khianat, maka ilmu akan bersama dengan jiwa-jiwa yang bersih dan akan lari dari jiwa-jiwa pendosa.

  • Abdullah bin Mas’ud -radliyallahu’anhu- mengatakan:

إنّي لأحسب أنّ الرّجل ينسى العلم قد علمه بالذّنب يعمله

“Sungguh aku yakin, bahwa seorang lupa dengan ilmu yang ia dapatkan, karena dosa yang ia kerjakan”.(Jami’ Bayan al-,ilm wa Fadlihi 1/196 karya Ibn Abdil Bar) Lanjutkan membaca Ilmu VS Maksiat

Penuntut Ilmu Tidak Boleh Futur


Oleh Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas


Tholibul ilmi

Seorang penuntut ilmu tidak boleh futur dalam usahanya untuk memperoleh dan mengamalkan ilmu. Futur yaitu rasa malas, enggan, dan lamban dimana sebelumnya ia rajin, bersungguh-sungguh, dan penuh semangat.

Futur adalah satu penyakit yang sering menyerang sebagian ahli ibadah, para da’i, dan penuntut ilmu. Sehingga seseorang menjadi lemah dan malas, bahkan terkadang berhenti sama sekali dari melakukan aktivitas kebaikan.

Orang yang terkena penyakit futur ini berada pada tiga golongan, yaitu:

1). Golongan yang berhenti sama sekali dari aktivitasnya dengan sebab futur, dan golongan ini banyak sekali.

2). Golongan yang terus dalam kemalasan dan patah semangat, namun tidak sampai berhenti sama sekali dari aktivitasnya, dan golongan ini lebih banyak lagi.

3). Golongan yang kembali pada keadaan semula, dan golongan ini sangat sedikit. [1]

Futur memiliki banyak dan bermacam-macam sebab. Apabila seorang muslim selamat dari sebagiannya, maka sedikit sekali kemungkinan selamat dari yang lainnya. Sebab-sebab ini sebagiannya ada yang bersifat umum dan ada yang bersifat khusus.

Di antara sebab-sebab itu adalah. Lanjutkan membaca Penuntut Ilmu Tidak Boleh Futur