Arsip Kategori: Adab Islami

Diampuni Allah dan Dimasukkan Surga Karena Memberi Minum Anjing


Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:

((بَينَما رَجُلٌ يَمشي بِطَريقٍ اشْتَدَّ عَلَيهِ العَطَشُ، فَوَجَدَ بِئرًا فَنَزَلَ فِيهَا فَشربَ، ثُمَّ خَرَجَ فإذَا كَلْبٌ يَلْهَثُ يأكُلُ الثَّرَى مِنَ العَطَشِ، فَقَالَ الرَّجُلُ: لَقَدْ بَلَغَ هَذَا الكَلْبُ مِنَ العَطَشِ مِثلُ الَّذِي كَانَ قَدْ بَلَغَ مِنِّي فَنَزَلَ البِئْرَ فَمَلأَ خُفَّهُ مَاءً ثُمَّ أمْسَكَهُ بفيهِ حَتَّى رَقِيَ، فَسَقَى الكَلْبَ، فَشَكَرَ الله لَهُ، فَغَفَرَ لَهُ)) قالوا: يَا رَسُول اللهِ، إنَّ لَنَا في البَهَائِمِ أَجْرًا؟ فقَالَ: ((في كُلِّ كَبِدٍ رَطْبَةٍ أجْرٌ)). مُتَّفَقٌ عَلَيهِ.
وفي رواية للبخاري: ((فَشَكَرَ اللهُ لَهُ، فَغَفَرَ لَهُ، فأدْخَلَهُ الجَنَّةَ)) وفي رواية لهما: ((بَيْنَما كَلْبٌ يُطِيفُ بِرَكِيَّةٍ قَدْ كَادَ يقتلُهُ العَطَشُ إِذْ رَأَتْهُ بَغِيٌّ مِنْ بَغَايَا بَنِي إسْرَائِيل، فَنَزَعَتْ مُوقَها فَاسْتَقَتْ لَهُ بِهِ فَسَقَتْهُ فَغُفِرَ لَهَا بِهِ)).

“Pada suatu ketika ada seorang lelaki berjalan di suatu jalan, ia sangat merasa haus, lalu menemukan sebuah sumur, kemudian dia turun di dalamnya dan kemudian minum. Setelah itu dia pun keluar. Tiba-tiba ada seekor anjing mengulur-ulurkan lidahnya sambil makan tanah karena hausnya, Lanjutkan membaca Diampuni Allah dan Dimasukkan Surga Karena Memberi Minum Anjing

Menyingkirkan Pohon Dari Jalan


Nabi shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

لَقدْ رَأيْتُ رَجُلًا يَتَقَلَّبُ في الجَنَّةِ في شَجَرَةٍ قَطَعَهَا مِنْ ظَهْرِ الطَرِيقِ كَانَتْ تُؤذِي المُسْلِمِينَ .( رواه مسلم.)

“Sungguh aku melihat seseorang yang lalu lalang di dalam surga dengan sebab sebuah pohon yang dipotongnya dari jalanan yang menghalangi kaum muslimin” (HR. Muslim)

Diantara faidah yang dapat dipetik dari hadits diatas: Lanjutkan membaca Menyingkirkan Pohon Dari Jalan

Wudhu Menghapuskan Dosa


Bahwasanya Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا تَوَضَّأ العَبْدُ المُسْلِمُ، أَو المُؤمِنُ فَغَسَلَ وَجْهَهُ خَرَجَ مِنْ وَجْهِهِ كُلُّ خَطِيئَةٍ نَظَرَ إِلَيْهَا بِعَينهِ مَعَ المَاءِ، أَوْ مَعَ آخِرِ قَطْرِ المَاءِ، فَإِذا غَسَلَ يَدَيْهِ خَرَجَ مِنْ يَدَيهِ كُلُّ خَطِيئَة كَانَ بَطَشَتْهَا يَدَاهُ مَعَ المَاءِ، أَوْ مَعَ آخِرِ قَطْرِ المَاءِ، فَإِذَا غَسَلَ رِجْلَيهِ خَرَجَتْ كُلُّ خَطِيئَةٍ مشتها رِجْلاَهُ مَعَ المَاء أَوْ مَعَ آخِرِ قَطْرِ المَاءِ حَتَّى يَخْرُجَ نَقِيًّا مِنَ الذُّنُوبِ   (رواه مسلم)

“Jikalau seseorang hamba muslim ataupun mu’min berwudhu’, kemudian ia membasuh wajahnya, maka keluarlah dari wajahnya itu setiap kesalahan yang dilihat olehnya dengan menggunakan kedua matanya bersama dengan air atau bersama dengan tetesan air yang terakhir. Selanjutnya apabila ia membasuh kedua tangannya, maka keluarlah dari kedua tangannya itu semua kesalahan yang diambil (dilakukan) oleh kedua tangannya bersama dengan air atau bersama tetesan air yang terakhir. Kemudian apabila ia membasuh kedua kakinya, maka keluarlah semua kesalahan yang dijalani oleh kedua kakinya itu bersama dengan air atau bersama dengan tetesan air yang terakhir, sehingga keluarlah orang tersebut dalam keadaan bersih dari semua dosa.” (Riwayat Muslim) Lanjutkan membaca Wudhu Menghapuskan Dosa

Faidah-Faidah Berpakaian Dalam Shalat (Bag 1)


Faidah-Faidah Berpakaian Dalam Shalat (Bag 1)* :

ihram

  1. Tidak ada pakaian khusus untuk digunakan dalam shalat. Selama pakaian tersebut layak, pantas dan menutup aurat maka boleh dipakai untuk shalat.  Kecuali untuk shalat Jumat dan shalat hari raya maka beliau –shallallahu’alaihi wa sallam– sengaja mengkhususkan dengan mengenakan baju terbaik ketika melaksanakan shalat-shalat  tersebut.

Lanjutkan membaca Faidah-Faidah Berpakaian Dalam Shalat (Bag 1)

Omongan Orang


Oleh: Abdullah Zaen, Lc., M

Surga, adalah cita-cita setiap insan. Namun tentu jalan menuju ke sana membutuhkan perjuangan berat. Di antaranya adalah dengan berusaha mengikhlaskan karena Allah ta’ala segala aktivitas yang kita kerjakan. Sebagaimana perintah-Nya,

“قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ”

Artinya: “Katakanlah sesungguhnya shalatku, sembelihanku, kehidupanku dan matiku hanyalah untuk Allah Rabb semesta alam”. QS. Al-An’am (6): 162. Lanjutkan membaca Omongan Orang