Faidah-Faidah Tentang Mengikuti Sunnah Nabi (Bag. 1/2)


💡Faidah-Faidah tentang Ittiba’ Kepada Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wa sallam,  📝 Sebuah catatan pengajian bersama Syaikh Walid, Gresik 20-02-2017 :

1⃣. Mengikuti Nabi (ittiba’) adalah salah satu dari konsekuensi syahadat, yaitu pada penggalan syahadat yang kedua asyhaduanna muhammadar rasulullah, aku bersaksi bahwa Muhammad -shallallahu’laiahi wa sallam- adalah utusan Allah
2⃣. Semua amalan perbuatan dianggap baik jika memenuhi dua syarat, yaitu ikhlas dan mutaba’ah (mengikuti Rasulullah). Seandainya ada seorang yang shalat isya dengan sepuluh rakaat dengan ikhlas, maka shalat tersebut tidaklah diterima karena tidak meneladani Nabi dalam hal jumlah rakaat.
3⃣. Allah ta’ala berfirman
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَلَا تُبْطِلُوا أَعْمَالَكُمْ

“Wahai orang-orang yang beriman, taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul. Dan janganlah kalian membatalkan amal-amal kalian.” (QS. Muhammad: 33).
Maksud “Membatalkan amal-amal kalian” yaitu tidak mengikuti ajarannya Rasulullah ‘alaihis shalatu was salam.
4⃣. Hendaknya ketika diucapkan nama Muhammad, maka iringilah dengan shalawat kepada beliau : shallallahu’alaihi wa sallam, ‘alaihis sholatu wassalam, atau dengan redaksi yang lain.
5⃣. Hakikat dari ittiba’ kepada Rasulullah adalah dengan menaatinya, karena ketaatan kepada beliau adalah ketaatan kepada Allah ta’ala, dan sebaliknya hakikat cinta kepada Allah adalah dengan mengikuti Nabi -shallallahu’alaihi wa sallam- sebagaimana firman Allah ta’ala.
قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ

“Katakanlah: jika kalian mencintai Allah maka ikutilah aku niscaya Allah akan mencintai kalian” (QS. Ali Imran: 31)
6⃣. Sunnah Rasulullah berjalan beriringan dengan al-Quran, tidak mungkin memahami al-Quran kecuali dengan sunnah-nya Nabi shallallahu’alaihi wa sallam. Dan tidak akan pernah as-Sunnah dan al-Quran saling bertentangan
7⃣. Nabi shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
ألا إنِّي أوتيتُ القُرآنَ ومثلهُ معهُ،

(( Ketahuilah saya diberi dua hal: al-Quran dan yang semisalnya )) Dan maksud kata “semisalnya” adalah as-sunnah.
8⃣. Taat dan mengikuti Rasulullah adalah sebab seseorang mendapatkan rahmat di dunia dan akhirat, sebagaimana firman Allah ta’ala,
وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

“Taatlah kepada Allah dan kepada Rasul agar kalian mendapatkan rahmat” (QS. Ali Imraan: 132)
9⃣. Taat dan mengikuti Rasululllah adalah sebab mendapatkan kemenangan dunia dan akhirat, sebagaimana firman-Nya,

وَمَن يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

“Dan barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul Nya maka dia telah mendapatkan kemenangan dengan kemenangan yang nyata”. (QS. Al Ahzab: 71)
🔟. Taat dan mengikuti Rasul-Nya adalah jalan untuk meraih petunjuk, sebagaimana firman Nya,

وَاتَّبِعُوهُ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

“…maka ikutilah dia agar kalian mendapat pentunjuk” (QS. Al A’raaf : 158)
1⃣1⃣. Ittiba’ kepada beliau adalah salah satu diantara sebab seseorang tidak akan tersesat. Sebagaimana sabda beliau,

تَرَكْتُ فِيكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا: كِتَابَ اللهِ وَسُنَّةَ

(( Saya wariskan kepada kalian dua perkara yang kalian tidak akan tersesat selama kalian berpegang kepadanya: Kitabullah dan sunnah ))
1⃣2⃣. Sunnah Rasulullah diibaratkan kapal nya Nabi Nuh ‘alaihissalam, barangsiapa yang menaiki kapal tersebut maka dia akan selamat dari bencana banjir bandang, jika enggan maka dia tidak akan selamat

1⃣3⃣.  Mengikuti sunnah akan mengundang keberkahan dunia dan akhirat. Dikisahkan dalam hadits bahwa Ummu Salamah pernah mendengarkan sabda Nabi bahwasanya jika seseorang tertimpa musibah maka ucapkanlah إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ اللَّهُمَّ آجِرْنِى فِى مُصِيبَتِى وَأَخْلِفْ لِى خَيْرًا مِنْهَا (( Sesungguhnya kita ini milik Allah dan sungguh hanya kepada-Nya kita akan kembali. Ya Allah, berilah aku pahala dalam musibahku ini dan berilah ganti yang lebih baik daripadanya )). Maka ketika Ummu Salamah ditinggal wafat oleh sang suami, Abu Salamah, dia cukup ragu untuk berdoa dengan doa demikian dan berpikir apakah ada seseorang yang lebih baik dari Abu Salamah untuk dia. Hingga Ummu Salamah akhirnya berdoa dengan doa tersebut untuk menaati perintah Nabi -shallallahu’alaihi wa sallam-. Dan dengan mengikuti perintah Rasulullah tersebut maka Allah memberi ganti untuk Ummu Salamah yang lebih baik dari Abu Salamah yaitu Muhammad -shallallahu’alaihi wa sallam-.

1⃣4⃣. Mengikuti sunnah akan mengundang keberkahan dunia dan akhirat. Dikisahkan dalam hadits bahwa Abu Hurairah dalam keadaan yang sangat lapar, dan Rasulullah yang memahami kondisi Abu Hurairah tersebut memberikan kepadanya se-ceret susu. Namun beliau -shallallahu’alaihi wa sallam- memerintahkan agar memberikan susu tersebut kepada yang seluruh orang-orang suffah terlebih dahulu. Pada awalnya Abu Hurairah kecewa dan berpikir bahwa susu hanya satu ceret tersebut tidak akan cukup untuk seluruh orang-orang suffah, dan dia tidak akan kebagian susunya. Namun tidak ada pilihan lain bagi Abu Hurairah kecuali mengikuti perintah Nabi sekalipun dia mengalami kelaparan yang sangat berat. Dan walhasil susu tersebut mendapatkan keberkahan dengan tiada ada habisnya diminum oleh seluruh orang-orang suffah termasuk Abu Hurairah yang meminumnya hingga kenyang. Demikianlah keberkahan menaati perintah Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wa sallam.

 

(bersambung…)
wabillahit taufiq

📝 Maramis Setiawan  ; 👥 Group WA Info Kajian Sunnah Gresik

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s