wudhu

Wudhu Menghapuskan Dosa


Bahwasanya Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا تَوَضَّأ العَبْدُ المُسْلِمُ، أَو المُؤمِنُ فَغَسَلَ وَجْهَهُ خَرَجَ مِنْ وَجْهِهِ كُلُّ خَطِيئَةٍ نَظَرَ إِلَيْهَا بِعَينهِ مَعَ المَاءِ، أَوْ مَعَ آخِرِ قَطْرِ المَاءِ، فَإِذا غَسَلَ يَدَيْهِ خَرَجَ مِنْ يَدَيهِ كُلُّ خَطِيئَة كَانَ بَطَشَتْهَا يَدَاهُ مَعَ المَاءِ، أَوْ مَعَ آخِرِ قَطْرِ المَاءِ، فَإِذَا غَسَلَ رِجْلَيهِ خَرَجَتْ كُلُّ خَطِيئَةٍ مشتها رِجْلاَهُ مَعَ المَاء أَوْ مَعَ آخِرِ قَطْرِ المَاءِ حَتَّى يَخْرُجَ نَقِيًّا مِنَ الذُّنُوبِ   (رواه مسلم)

“Jikalau seseorang hamba muslim ataupun mu’min berwudhu’, kemudian ia membasuh wajahnya, maka keluarlah dari wajahnya itu setiap kesalahan yang dilihat olehnya dengan menggunakan kedua matanya bersama dengan air atau bersama dengan tetesan air yang terakhir. Selanjutnya apabila ia membasuh kedua tangannya, maka keluarlah dari kedua tangannya itu semua kesalahan yang diambil (dilakukan) oleh kedua tangannya bersama dengan air atau bersama tetesan air yang terakhir. Kemudian apabila ia membasuh kedua kakinya, maka keluarlah semua kesalahan yang dijalani oleh kedua kakinya itu bersama dengan air atau bersama dengan tetesan air yang terakhir, sehingga keluarlah orang tersebut dalam keadaan bersih dari semua dosa.” (Riwayat Muslim)

Faidah-Faidah yang bisa dipetik dari hadits:

1. Menunjukkan keutamaan berwudhu, yaitu selain untuk mensucikan secara lahir juga mensucikan secara batin (maknawi) dengan membersihkan seorang hamba dari dosa-dosa.

2. Dosa-dosa yang dihapuskan merupakan dosa-dosa kecil terkait dengan anggota wudlu, bahwa ketika wajah dibasuh akan menghapuskan dosa yang dilakukan oleh mata, ketika tangan dibasuh akan menghapuskan dosa yang dilakukan oleh tangan, ketika kaki dibasuh maka menghapuskan dosa yang dilakukan oleh kaki.

3. Sebagai dalil agar kita bersemangat untuk segera berwudhu kembali ketika berhadats sekalipun harus berkali-kali berwudhu demi keutamaan yang disebutkan dalam hadits ini. Ketika hal ini dilakukan maka puncaknya kita akan senantiasa dalam keadaan suci, dan inilah yang menjadikan suara sandal Bilal bilal Rabah telah terdengar di surga terlebih dahulu.

Ketika ditanya oleh Rasulullah mengapa kok sandal Bilal sudah terdengar di surga, maka Bilal menjawab:

“…. وَمَا أَصَابَنِى حَدَثٌ قَطُّ إِلاَّ تَوَضَّأْتُ عِنْدَهَا وَرَأَيْتُ أَنَّ لِلَّهِ عَلَىَّ رَكْعَتَيْنِ  …”

“…Dan tidak lah aku berhadats melainkan aku akan berwudhu kemudian shalat dua raka’at setelah itu.” (HR. Tirmidzi)

📝 @maramissetiawan
📚Catatan Faidah Pengajian Riyadhus Shalihin, oleh Ustadz Ahmad Sabiq, Gresik, 01.08.2016

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s