Screen-Shot-2015-11-04-at-2.06.13-PM

Dosa Terhapus Antara Dua Waktu


Nabi shallallahu’alaihi wa sallam bersabda

الصَّلَوَاتُ الخَمْسُ، وَالجُمُعَةُ إِلَى الجُمُعَةِ، وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ مُكَفِّراتٌ لِمَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتُنِبَتِ الكَبَائِرُ (رواه مسلم )

“Shalat lima waktu, dari Jum’at yang satu ke Jum’at yang berikutnya, dari Ramadhan yang satu ke Ramadhan yang berikutnya itu dapat menjadi penghapus dosa-dosa antara jarak keduanya itu, apabila dosa-dosa besar dijauhi.” (Riwayat Muslim)

Faidah-faidah yang dapat dipetik dari hadits:

1. Shalat lima waktu akan menghapuskan dosa diantara kedua waktu shalat tersebut, yaitu antara shubuh dengan dzuhur, antara dzuhur dengan ashar, antara ashar dengan maghrib, antara maghrib dengan isya, antara isya dengan shubuh.

2. Menunjukkan keutamanan Shalat Jumat dan keutamaan Puasa Ramadhan, yaitu dosa dalam rentang waktu diantaranya akan terhapus.

3. Menunjukkan bahwa dosa itu ada yang dosa besar dan ada yang dosa kecil

4. Kalimat “apabila dosa-dosa besar dijauhi” ( إِذَا اجْتُنِبَتِ الكَبَائِرُ ) terjadi perbedaan penafsiran diantara para ulama. Yang pertama memahami bahwa itu sebagai syarat, selama tidak melakukan dosa besar selama dua rentang waktu tersebut maka dosa-dosa kecil akan terampuni, namun jika dia masih melakukan dosa besar juga dalam dua rentang waktu tersebut maka dosa-dosa kecil pun tidak akan diampuni. Pemahaman yang kedua bahwa yang akan diampuni oleh Allah adalah dosa-dosa kecil tanpa melihat apakah dalam dua rentang waktu tersebut juga memiliki dosa besar atau tidak. Adapun secara zhahir dan yang lebih kuat adalah pemahaman yang kedua, yaitu yang terhapus adalah dosa-dosa kecil tanpa syarat harus bebas dari dosa besar terlebih dahulu. wallahua’lam

5. Diantara perbuatan dosa yang masuk ke dalam dosa besar adalah :

  • Setiap perbuatan dosa yang terdapat hukumannya di dunia (hadd) atau terdapat ancamannya secara khusus di akhirat.
  • Setiap perbuatan dosa yang Allah ta’ala melaknat atau memurkai perbuatan tersebut
  • Setiap perbuata dosa yang disebutkan oleh Rasulullah dengan peniadaan iman yaitu dengan lafazh لاَ يُؤْمِنُ  atau dengan adanya kalimat “bukan golongan kami” (لَيسَ منّا )

5. Dosa besar tidaklah diampuni hanya dengan melakukan amalan shalih semata, dosa besar hanya akan diampuni dengan taubat secara khusus kepada Allah ta’ala dengan taubat yang sebenar-benarnya.

wabillaahittaufiq

📝 @maramissetiawan
📚Catatan Faidah Pengajian Riyadhus Shalihin, oleh Ustadz Ahmad Sabiq, Gresik, 01-08-2016 , dengan beberapa tambahan nukilan dari syarah riyadhus shalihin oleh Syaikh Utsaimin dan Syaikh Salim

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s