privasi

Suami Larang Istri Bongkar Barang Privasi


Assalamu’alaykum. Saya mempunyai suami, dimana dia melarang saya (istri) untuk membuka dan melihat benda-benda (HP, Dompet, tas) yang sekiranya itu merupakan area privasi atau pribadi bagi dia, dilarang untuk dibuka atau dilihat untuk diketahui isinya. Pertanyaan saya:

1. Apakah dalam Islam ada yang mengatur larangan perbuatan seperti itu?

2. Adakah hadits yang mengatur permasalahan ini? Jazakumullahu khairan

Jawab:

Wa’alaykumussalam warahmatullah. Istri punya kewajiban menaati suaminya selagi tidak disuruh maksiat, dan suami berhak melarang istrinya dalam hal yang mubah, seperti istri dilarang membuka dompet, ponsel, tas, dan perangkat lainnya milik suami, tetapi suami tidak boleh melarang istri beribadah yang itu haknya Allah subhanahu wa ta’ala. Adapun dalil yang menjelaskan hal ini banyak sekali, misalnya:

Jika istri dilarang oleh suami dari puasa sunnah sedangkan suami ada di rumah maka itu wajib di taati, karena ada di rumah maka itu wajib ditaati perintah suami dalam hal yang mubah hukumnya wajib selagi istri mampu melaksanakannya. Sedangkan puasa sunnah hukumnya tidak wajib, maka istri tidak boleh meninggalkan yang wajib karena menyibukkan diri dengan mengamalkan sunnah. Rasulullah –shallallahu’alaihi wa sallam-:

لا يَحِلُّ لِلْمَرْأَةِ أَنْ تَصُومَ وَزَوْجُهَا شَاهِدٌ إِلا بِإِذْنِهِ وَلاَ تَاْذَنَ فِي بَيْتِهِ إِلاَّ بِإِذْنِهِ

Tidak diperbolehkan bagi seorang istri untuk berpuasa (sunnah) sementara suaminya ada di sisinya kecuali dengan izinnya dan tidak boleh seorang istri mengizinkan seseorang (masuk) ke rumahnya kecuali dengan izin suaminya“. (HR. al-Bukhari)

Jika suami berhak melarang istrinya puasa sunnah pada saat suami berada di rumah, maka suami lebih berhak melarang istrinya dari membuka tas, komputer, ponsel, maupun dompetnya. Istri wajib menjaga barang yang berharga di rumah suami, istri tidak boleh mengambil uang suami tanpa izin darinya, kecuali memang menjadi haknya, seperti suami tidak memberi belanja misalkan.

Termasuk hak-hak suami atas istrinya adalah menaatinya dalam perkara yang bukan maksiat serta menjaga kehormatan dirinya dan hartanya Rasulullah –shallallahu’alaihi wa sallam– bersabda:

لَوْ كُنْتُ آمراً أحَداً أنْ يَسْجُدَ لأِحَدٍ، لأمَرْتُ الْمَرْأَةَ أَنْ تَسْجُدَ لِزَوْجِهَا

Seandainya aku boleh memerintahkan seseorang untuk sujud kepada seseorang, niscaya aku akan memerintahkan seorang wanita untuk sujud kepada suaminya“. (HR. at-Tirmidzi: 1159, dishahihkan oleh al-Albani)

Termasuk hak-hak suami atas istrinya, istri tidak diperkenankan memasukkan kaum pria atau orang-orang yang tidak disukai oleh suami ke rumahnya tanpa mendapat izin suami. Nabi –shallallahu’alaihi wa sallam– bersabda,

Kamu punya hak melarang istrimu agar tidak mengizinkan seorang pun tidur di kamarmu orang yang kamu benci“. (HR. Muslim: 2137)

Hendaknya istri husnuzhon kepada suami, dan jika istri nyata-nyata melihat kemungkaran suami, hendaknya suami dinasehati dengan baik. wallahua’lam

Dijawab oleh Ust. Aunur Rofiq bin Ghufron, Lc

Disalin dari: Majalah al-Mawaddah Vol 83 – Jumadal Ula 1436 H, hlm. 8

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s