tips pahala besar

Tips Mendapatkan Pahala Besar


Faidah-Faidah:

Dalam beramal shalih penting untuk mengetahui bagaimana dan apa yang sekiranya bisa menyebabkan suatu amal tersebut menjadi besar pahalanya di sisi Allah ta’ala. Sebagaimana seorang kuli bangunan (maaf, tanpa bermaksud merendahkan pekerjaan ini) yang dia bekerja mengangkat batu, mengangkat sak semen dan pekerjaan lain yang membutuhkan tenaga yang banyak hingga begitu lelahnya, namun ternyata apa yang didapatkan jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan seorang kontraktor yang sekedar mengawasi dan menyuruh mereka yang tentu saja tidak mengeluarkan banyak tenaga seperti kuli bangunan.

Ini semua yang membedakan adalah ilmu. Demikian pula seharusnya yang kita lakukan ketika kita beramal shalih. Dengan dilandasi ilmu, maka kita tidak hanya beramal dan beramal semata, namun kita juga mengatahui bagaimana sebuah amalan bisa mendapatkan pahala yang maksimal walaupun ringan dilakukan. Lalu bagaimana kiat-kiat agar amalan yang ringan mendapatkan pahala yang besar ?

1. Semakin ikhlas, maka semakin besar pahalanya. Dan semakin tidak ikhlas, maka akan semakin berkurang pahalanya bahkan bisa berdosa. Misalnya ada dua orang yang shalat, yang pertama shalat dengan ikhlas mengharapkan wajah Allah, yang kedua shalat karena ingin pujian manusia semata, maka yang pertama dapat pahala dan yang kedua justru mendapat dosa, hanya karena perbedaan niat.

2.  Semakin sesuai dengan contoh Rasulullah, maka semakin besar pahalanya di sisi Allah ta’ala. Sebagai contoh:
# Ada dua orang yang shalat qabliyyah shubuh, yang satu shalat dengan agak diperingan, yang satu dengan shalat yang diperlambat, maka manakah yang lebih banyak pahalanya ? Maka yang pertama adalah yang lebih besar pahalanya karena demikianlah yang lebih sesuai dengan sunnah Rasulullah –shallallahu’alaihi wa sallam– dalam qabliyyah shubuh.

# Shalatnya seorang wanita yang dilakukan di masjid atau di rumah. Maka yang lebih utama dan lebih besar pahalanya adalah jika dilakukan di rumah.

3. Suatu amal walaupun kecil tapi lebih berat di hati, maka itu lebih besar pahalanya di sisi Allah. Misalnya seseorang yang memiliki harta 1 M dan sedekah sebesar 1 juta, dibandingkan dengan seseorang yang sedekah hanya 50 ribu dari total 100 ribu yang dimilikinya. Maka yang kedua lebih utama, sedekah 50 rb lebih utama daripada 1 juta.

4. Ibadah yang lebih berkesan, lebih khusyu’ dan mengena di hati. Misalnya, walaupun pada asalnya membaca al-Quran adalah dzikir yang lebih utama daripada dzikir sunnah yang lain dengan lafadz-lafadz tertentu, namun pada saat tertentu pahala dzikir ini lebih besar jika dilakukan dengan khusyu’dan mengena di hati daripada membaca al-Quran yang saat itu tidak kita lakukan dengan khusyu’.

5. Hendaknya memperhatikan hukum-hukum amalan, mana yang wajib dan mana yang sunnah. Sehingga ketika bertemu dua amalan ini, maka harus didahulukan yang wajib daripada yang sunnah.

6. Melihat waktu-waktu dan tempat-tempat yang lebih utama. Misalnya pada 10 hari pertama di bulan Dzulhijjah yang amalan shalih di bulan tersebut pahalanya sangat besar, demikian pula di bulan Ramadhan dan waktu-waktu lainnya, serta tempat-tempat yang lebih utama seperti di mekkah dan di madinah.

7. Berusaha mencari amalan yang paling utama dan yang paling utama dari yang amalan yang utama tersebut. Misalnya shalat berjamaah bagi laki-laki adalah lebih utama daripada shalat sendirian, dan shalat berjamaah di shaf yang paling depan lebih utama daripada shaf yang lebih belakang. Demikian pula untuk wanita, shalat di rumah lebih utama daripada shalat di masjid, dan shalat di bagian kamar dalam rumahnya lebih utama daripada di bagian lain dalam rumahnya.     

~Semoga kita senantiasa diberi hidayah oleh Allah dalam beramal shalih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s