Video Ceramah: Tafsir Surat al-Ashr (1): Tafsir Global


Disampaikan oleh Ust. Abdullah Zaen, Lc, M.A

Faidah yang bisa dipetik:

1. Nama surat adalah al-ashr, dan belum ditemukan nama lain dari surat ini. (Ada tambahan dari beliau nama lain dari surat ini di pertemuan selanjutnya, yaitu dengan nama surat “wal-ashri”)

2. Asbabun nuzul secara khusus tidak ada yang absah/ shohih.

3. Tidak ada hadits khusus yang menyatakan keistimewaan atau keutamaan bagi siapa yang membaca surat al-ashr, yang ada adalah hadits yang sifatnya umum, yaitu yang menyebutkan bahwa surat al-ashr adalah salah satu dari surat mufashshol. Adapun hadits yang bunyinya…

مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْعَصْرِ غَفَرَ اللهُ لَهُ ، وَكَانَ مِمَّنْ تَوَاصَى بِالْحَقِّ وَتَوَاصَى بِالصَّبْرِ

“Barangsiapa yang membaca surat al-Ashr maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya, dan orang yang membaca akan dikategorikan oleh Allah sebagai golongan yang saling menasehat dalam kebenaran dan menasehati dalam kesabaran”

Hadits ini sanadnya bermasalah, dan al-Munawi, seorang pakar hadits menyebut bahwa hadits ini maudlu’ atau palsu.

4. Tidak setiap yang dikatakan hadits bisa di’amalkan, perlu diteliti terlebih dahulu apakah shahih atau palsu. Salah satu contohnya adalah ada sebuah hadits tentang jimat batu yang berbunyi

لَوْ أَحْسَنَ أَحَدَكُمْ ظَنَّهُ بِحَجَرٍ لَنَفَعَهُ

“Seandainya diantara kalian berbaik sangka kepada sebuah batu maka akan memberikan manfaat baginya”

Padahal hadits ini adalah palsu yang dibuat-buat oleh penganut paganisme atau berhala.

5. Kapan kita disunnahkan untuk membaca surat al-Ashr? jawabnya juga belum ada hadits dari Nabi -shallallahu’alaihi wa sallam- yang menyatakan secara khusus mengenai kapan dibaca surat ini. Namun ada atsar sahabat tentang kapan hendaknya surat ini dibaca,

كان الرجلان من أصحاب رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا التقيا لم يفترقا إلا على أن يقرأ أحدهما على الآخر سوره العصر إلى آخرها ثم يسلم أحدهما على الآخر

“Adalah dua sahabat Rasululllah shallallahu’alaihi wa sallam ketika keduanya bertemu maka mereka tidak akan berpisah kecuali setelah satunya membaca surat al-Ashr sampai selesai kepada yang lainnya, kemudian bersalaman antara satu dengan yang lainnya.”(Diriwayatkan oleh at-Thabrani, dan di nilai Shahih oleh Syaikh Albani)

Dan walaupun ini atsar dan praktek dari shahabat Nabi (bukan berasal hadi hadits Nabi), maka menurut Imam asy-Syaukani perlu juga dipraktekkan, dan tidak sampai wajib hukumnya. 

6. Menunjukkan bahwasanya obrolan para sahabat Nabi merupakan obrolan-obrolan yang senantiasa mengingatkan tentang keimanan, yang dalam hal ini adalah dengan surat al-Ashr.

7. Bacaan yang lain yang disyariatkan ketika akan mengakhiri sebuah pertemuan adalah dengan membaca doa kafaratul majelis, dan ini dibaca tidak hanya ketika mengakhiri majelis pengajian, namun juga berlaku untuk segala majelis atau pertemuan, baik rapat RT, musyawarah desa, duduk-duduk santai, atau yang lainnya.

Lafadznya:


سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada tiada Tuhan melainkan Engkau, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.” (HR. Tirmidzi)

8. Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam mencela suatu kaum yang mengadakan pertemuan/majelis dan tidak berdzikir sedikit pun kepada Allah dalam pertemuan tersebut. Nabi -shallallahu’alaihi wa sallam- bersabda:

مَااجْتَمَعَ قَوْمٌ ثُمَّ تَفَرَّقُوْا عَنْ غَيْرِ ذِكْرِ اللهِ إِلاَّ كَأَنَّمَا تَفَرَّ قُوْا عَنْ جِيْفَةِ حِمَارٍ

“Tidaklah berkumpul suatu kaum dalam sebuah majelis kemudian berpisah tanpa berdzikir kepada Allah, maka seolah-olah mereka berpisah dengan meninggalkan bangkai keledai” (HR. Ahmad, Shahih)

7. Mayoritas Ulama mengatakan bahwa surat al-Ashr adalah surat Makkiyyah, yaitu surat yang diturunkan sebelum hijrah Nabi.

8. Kandungan global dari surat al-Ashr, surat al-Ashr walaupun pendek namun kandungannya sangat luas. Imam Syafi’i berkata, “Seandainya manusia mau menghayati kandungan surat al-Ashr, niscaya cukup sebagai bekal mereka”. Dalam riwayat lain beliau mengatakan, “Seandainya Allah tidak menurunkan dari al-Quran kecuali surat al-Ashr saja, maka itu cukup”.

9. Surat ini membagi manusia secara umum menjadi dua, yang pertama adalah orang-orang yang rugi, yang kedua adalah orang-orang yang untung.

10. Pada asalnya manusia adalah dalam keadaan merugi, dan hal itu bisa dihindari dengan empat hal: iman (termasuk ilmu di dalamnya), beramal sholeh, saling menasehati dalam kebenaran (berdakwah), dan sabar. Dan sabar ini merupakan bekal untuk tiga hal yang disebutkan sebelumnya.

Iklan

One thought on “Video Ceramah: Tafsir Surat al-Ashr (1): Tafsir Global”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s