kematian (1)

Renungkanlah Kematian di Pelupuk Mata


Sesuatu hal yang wajib bagi orang yang cerdas adalah mempersiapkan bekal sebelum melakukan perjalanan. Ia tentu tidak tahu hal-hal yang mungkin menimpa dirinya. Ia pun tak tahu kapan ia dipanggil untuk berangkat. Saya melihat banyak orang yang tertipu dengan masa-masa mudanya, lupa bahwa mereka bisa saja berpisah dengan orang sebayanya secara tiba-tiba. Mereka tenggelam dan larut dalam angan yang membumbung.

Mungkin seseorang yang merasa dirinya pintar sempat berkata, “Aku akan disibukkan diriku dengan ilmu, lalu aku beramal kemudian.” Ia kemudian berleha-leha dengan alasan beristirahat. Ia menunda kesempatan untuk bertaubat. Ia larut dalam berbagai ghibah, berenang dalam genangan darah saudara-saudaranya. Harta benda datang lewat jalan yang syubhat da ia terbuai dalam angan untuk menghapus segala nista di kemudian hari.

Ia lupa bahwa kematian senantiasa mengintai dan siap menjemputnya. Orang yang cerdas akan selalu memberikan setiap detik hidupnya sesuai haknya. Jika maut menjemput nya telah siaplah ia. Jika harapan tercapai , maka berlipat gandalah kebaikanya.

(Imam Ibnul Jauziy dalam Shaidul Khatir ,pustaka Maghfirah)

One thought on “Renungkanlah Kematian di Pelupuk Mata”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s