Pernik-Pernik Ramadhan (6) : Lebih Utama Puasa Atau Tidak, Bagi Musafir Yang Tidak Berat Dalam Perjalanannya ?


Apabila seorang musafir tidak merasa berat ketika puasa maka ia boleh berbuka atau tetap puasa. Namun, manakah yang lebih afdhal, berbuka atau berpuasa?

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah berkata: “Bila antara puasa dan berbukanya sama-sama mudah, maka yang lebih utama adalah berpuasa, hal itu ditinjau dari empat segi:

Pertama. Mencontoh perbuatan Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam yang tetap berpuasa, berdasarkan hadits Abu Darda’ radliyallahu’anhu dia berkata,

“Kami pernah bepergian bersama Nabi shallallahu’alaihi wa sallam pada bulan Ramadhan ketika hari sangat panas, sampai ada seorang diantara kami meletakkan tangannya di atas kepala karena saking panasnya hari itu, di antara kami tidak ada yang puasa kecuali Rasulullah dan Abdullah bin Rawahah.” (HR. Bukhari No. 1945, Muslim No. 1122)

Kedua. Hal itu lebih cepat melepaskan diri dari tanggungan

Ketiga. Lebih ringan bagi seorang hamba, karena berpuasa bersama manusia lebih ringan, dan apa yang lebih ringan maka lebih utama

Keempat. Puasanya bertepatan dengan bulan Ramadhan, dan bulan Ramadhan lebih utama daripada bulan lainnya.

Karena alasan inilah, kami katakan bahwa puasa lebih utama. (Asy-Syarh al-Mumthi’ 6/330)

Sumber: Panduan Lengkap Puasa Ramadhan Menurut al-Quran dan as-Sunnah, oleh Ust. Syahrul Fatwa dan Ust Yusuf bin Mukhtar, pustaka al-Fuqon.

Iklan

One thought on “Pernik-Pernik Ramadhan (6) : Lebih Utama Puasa Atau Tidak, Bagi Musafir Yang Tidak Berat Dalam Perjalanannya ?”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s