adzan

Nasehat Syaikh Ali Hasan kepada Seorang Muadzin (Penyeru Adzan) Indonesia


Syaikh Ali Hasan al-Halaby (salah seorang murid Syaikh Albani) beberapa hari yang lalu mengunjungi Indonesia dan mengisi di beberapa kota di Indonesia, seperti Salatiga, Yogyakarta dan Pekalongan, download mp3 dokumentasi pengajian beliau bisa didownload di blognya bung Amir. Walhamdulillah banyak faidah yang bisa diambil, salah satunya seperti dalam suatu pengajian beliau di Salatiga, ada sebuah nasehat yang beliau berikan kepada seorang muadzin sang pengumandang adzan (yang ketika itu adzan dikumandangkan dan pengajian break sebentar). Maka Syaikh –hafizhahullah– memberikan 2 catatan kepada muadzin tersebut, yaitu:

1. Ketika mengumandangkan اَللهُ  اَكْبَرُ….اَللهُ  اَكْبَرُ  , seharusnya ketika pengucapannya disambung (tanpa waqof/ jeda), maka pembacaannya menjadi

اَللهُ  اَكْبَرُاللهُ  اَكْبَرْ  (Allahu akbarullohu akbar)

bukan

اَللهُ  اَكْبَرْ اَللهُ  اَكْبَرْ (Allahu akbar Allahu akbar)

2. Hendaknya ketika pengucapan حَيَّ عَلَى الْفَلاَحِ (Hayya ‘alal falaah) harus benar-benar fasih dengan huruf ح
karena jika ح dibaca dengan makhraj  ة maka artinya akan jauh berbeda, yaitu   الْفَلاَةِ yang artinya adalah ‘padang sahara’. Tentu dalam hal ini kita tidak dipanggil untuk sholat ke padang sahara bukan?

Nasehat Syaikh tsb dalam mp3 (disertai terjemahan)….

Tulisan terbaru:

3 thoughts on “Nasehat Syaikh Ali Hasan kepada Seorang Muadzin (Penyeru Adzan) Indonesia”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s