Wanita Berkendara Dengan Pria Bukan Mahrom


Ojek

Soal:

Assalamu’alaykum. Bagaimana hukum naik ojek (yang dikemudikan oleh seorang laki-laki) bagi wanita jika tidak ada angkutan umum untuk mudik ke daerah?

Jawab:

Hukum sering wanita naik ojek seperti disebutkan oleh penanya adalah haram. Apabila bermobil hanya berdua bersama sopir laki-laki saja haram, maka dibonceng pengemudi ojek pun haram.

Syaikh Abdul Aziz bin Baz ditanya tentang masalah ini dengan redaksi: “Bagaimana hukum seorang wanita yang berkendara dengan sopir laki-laki yang bukan mahromnya untuk mengantarkannya keliling kota? Dan bagaimana hukumnya jika beberapa wanita dengan sopir yang bukan mahrom ?”

Beliau menjawab:

Seorang wanita tidak boleh mengendarai kendaraan sendiri bersama seorang sopir yang bukan mahromnya bila tidak disertai orang lain, karena ini termasuk kategori kholwah (bersepi-sepi). Telah diriwayatkan dari Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bahwa beliau bersabda:

Janganlah seorang laki-laki bersepi-sepi dengan seorang wanita kecuali ada mahromnya bersamanya” (HR. Muslim 1341)

Dalam sabda beliau lainnya menyebutkan:

Tidaklah seorang laki-laki bersepi-sepi dengan seorang wanita (yang bukan mahromnya) kecuali setan yang ketiganya”. (HR. Tirmidzi 2165, Ahmad 115)

Tapi jika ada laki-laki atau wanita lain yang bersamanya, maka itu tidak apa-apa jika memang tidak dikhawatirkan terjadi fitnah. Sebab kholwah itu menjadi gugur (tidak dikategorikan kholwah) dengan adanya orang ketiga atau lebih. Ini hukum dasar dalam kondisi selain bepergian jauh (safar). Adapun dalam kondisi bepergian jauh, seorang wanita tidak boleh melakukannya kecuali bersama mahromnya. Hal ini berdasarkan sabda Nabi shallallahu’alaihi wa sallam:

Tidaklah seorang wanita menempuh perjalanan jauh (safar) kecuali bersama mahromnya” (HR. Bukhori 1862 dan Muslim 1341)

Tidak ada perbedaan antara safar melalui jalan darat, laut, maupun udara. Wallahua’lam. (Majalah al-Balagh 17 no. 1026 Jumadal Akhiroh 1410 H)

Sumber: Majalah al Mawaddah Edisi ke-7 Tahun ke-3, Shofar-Rabiul Awwal 1431 H/ Februari 2010 hlm. 49.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s