Sebuah Hiburan Bagi Saudara-Saudaraku Yang Tertimpa Musibah


Sebuah Hiburan
Sebuah Hiburan

Sekali lagi, kita diuji oleh Allah ta’ala dengan musibah gempa yang mengguncang Sumatera Barat dan sekitarnya. Telah diberitakan sampai saat ini korban yang tewas mencapai 551 orang dan korban luka-luka mencapai 3435 orang (detik.com) dan jumlah ini bisa bertambah seiring ditemukannya ratusan korban yang masih terkubur dalam reruntuhan bangunan. Sehingga akhirnya, entah berapa banyak seorang ibu yang kehilangan anaknya, berapa banyak seorang anak yang kehilangan ibunya, dan berapa banyak seorang yang kehilangan orang-orang yang dicintainya, berapa banyak rumah dan harta yang lenyap rata dengan bumi. Hanya bersabar dan pasrah kepada Allah azza wa jalla saja yang mampu kita lakukan, dan sesungguhnya kita adalah milik Allah, dan hanya kepada-Nya kita akan kembali.

Melalui tulisan yang sederhana ini, penulis ingin menghibur saudara-saudaraku sesama muslim yang sedang ditimpa musibah disana dengan hadits-hadits Nabi shallallahu’alaihi wa sallam yang menyebutkan berita-berita gembira dikarenakan musibah yang diujikan oleh Allah kepadanya. Hal ini sebagaimana Nabi shallallahu’alaihi wa sallam yang pernah menghibur seseorang yang ketika itu sedang ditimpa musibah atau ditinggal mati oleh orang-orang yang dicintainya didunia. Nabi shallallahu’alaihi wa sallam juga pernah bersabda,

”Tidaklah seorang mukmin bertakziah (menghibur) saudaranya atas suatu musibah yang menimpanya melainkan Allah ta’ala akan memakaikan perhiasan kemuliaan pada hari kiamat kepadanya”. (HR. Ibnu Majah, dihasankan oleh an-Nawawi[1] dan Al-Albani[2])

Semoga tulisan ini menjadi penghibur duka dan lara bagi kaum muslimin….

1. Surga bagi yang bersabar menerima musibah sejak pertama kali

Dari Abu Umamah, dari Nabi shallallahu’alaihi wa sallam, ia bersabda:

“Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: ‘Wahai anak adam, jika engkau bersabar dan mengharap pahala sejak pertama kali tertimpa musibah maka Aku tidak rela memberikan pahala untukmu selain surga’” (HR. Ibnu Majah. Al-Bushiri berkata: “Sanad hadits ini shahih, dan perawinya tsiqaat”, Al-Albani berkata: “Hadits ini hasan”)

2. Dihapuskannya dosa-dosa karena duka dan lara atas musibah yang ditimpanya

Nabi shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:

”Tidaklah rasa sakit yang terus menerus, kepayahan, penyakit dan juga kesedihan yang menimpa seorang mukmin, bahkan sampai kesusahan yang menyusahkannya, melainkan akan dihapuskan dengannya dosa-dosanya”. (HR. Muslim (IV/1993))

Nabi shallallahu’alaihi wa sallam juga bersabda,

”Tidaklah seorang muslim termasuk duri atau yang lebih dari itu, melainkan ditetapkan baginya karena hal itu satu derajat dan dihapuskan pula satu kesalahan darinya karena hal itu”. (HR. Muslim (IV/1991))

3. Surga bagi yang ditinggal mati oleh 2 atau 3 anaknya

Dari Abu Hurairoh radliyallahu’anhu, bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda kepada wanita Anshar:

“Tidaklah salah seorang di antara kalian ditinggal mati oleh tiga orang anaknya, kemudian ia bersabar dan mengharap pahala atasnya, melainkan ia pasti masuk surga”. Lalu, salah seorang dari mereka bertanya: “Juga dua orang wahai Rasulullah ?” Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam menjawab: “Juga dua orang” (HR. Muslim)

Dari Abu Hasan ia berkata:

”Aku berkata kepada Abu Hurairoh: ’Sesungguhnya dua anakku telah meninggal, maka adakah satu hadits dari Rasulullah yang dapat engkau sampaikan, untuk menghibur hati kami dari kematian anggota keluarga kami ?’ Ia berkata: ’Ya, anak-anak kecil mereka adalah anak-anak kecil penghuni surga’. Abu Hasan melanjutkan, ’Abu Hurairoh berkata: ’Setiap dari mereka akan bertemu bapaknya’[3] lalu ia meraih bajunya[4] sebagaimana aku meraih bajumu ini, dan ia tidak melepaskannya[5] sampai Allah memasukkannya beserta bapaknya ke dalam surga”. (HR. Muslim)[6]

4. Surga bagi yang ditinggal mati oleh seorang anak yang dicintainya

Dari Mu’awiyyah bin Qurroh, dari ayahnya, ia berkata:

”Seorang laki-laki mendatangi Nabi shallallahu’alaihi wa sallam dengan membawa anaknya. Nabi shallallahu’alaihi wa sallam bersabda: ’Apakah engkau mencintainya ?’ Ia menjawab: ’Semoga Allah menyayangimu sebagaimana aku menyayanginya’. Kemudian anak itu meninggal dunia. Sehingga Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam pun tidak pernah melihatnya kembali. Maka beliaupun menanyakan tentang keadaannya. (Ketika diberitahu dia meninggal) Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda (menghibur ayahnya): ”Tidakkah engkau merasa senang jika engkau mendatangi salah satu pintu surga sementara engkau mendapatkan dirinya di tempat itu dan berusaha membukakan pintunya untukmu ?” (HR. An-Nasai, dishahihkan oleh Al-Albani[7])

Dari Abu Hurairoh radliyallahu’anhu, bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:

“Allah berfirman: ‘Tidak ada balasan di sisi-Ku bagi hamba-Ku yang beriman apabila Aku mencabut nyawa orang yang dicintainya dari penduduk dunia kemudian ia bersabar dengan mengharap balasan pahala, melainkan (aku balas dengan) surga’”. (HR. al-Bukhori)[8]

Ibnu Hajar mengatakan: “Ibnu Baththal menggunakan hadits ini sebagai dalil yang menunjukkan bahwa mereka yang ditinggal pergi oleh seseorang anaknya sama dengan orang yang ditinggalkan oleh tiga orang anaknya. Begitu pula halnya dengan dua orang anak”.[9]

5. Surga bagi yang ditinggal oleh orang-orang yang dicintainya dari penduduk dunia.

 

Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda di atas, Nabi bersabda:

“Allah berfirman: ‘Tidak ada balasan di sisi-Ku bagi hamba-Ku yang beriman apabila Aku mencabut nyawa orang yang dicintainya dari penduduk dunia kemudian ia bersabar dengan mengharap balasan pahala, melainkan (aku balas dengan) surga’”. (HR. al-Bukhori)[10]

6. Berdo’a atas musibah yang ditimpanya, niscaya akan diganti dengan yang lebih baik.

 

Berdoa-lah, insyaAllah kita akan mendapatkan yang lebih baik dari musibah yang telah mengambil anak-anak kita, suami atau istri kita, dan harta benda kita, lihatlah musibah yang telah dialami oleh Ummu Salamah radliyallahu’anha ketika terkena musibah ditinggal oleh suami tercintanya Abu Salamah.

Ummu Salamah radhiallahu ‘anha mengisahkan: Aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Barang siapa ditimpa musibah, selanjutnya ia berkata:….

إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ اللَّهُمَّ أْجُرْ نِيْ فِيْ مُصِيْبَتِيْ وَأَخْلِفْ لِيْ خَيْرًا مِنْهَا

Niscaya Allah melimpahkan pahala kepadanya dalam musibah yang menimpanya itu dan menggantikannya dengan yang lebih baik dari apa yang telah sirna darinya.” Dan tatkala suamiku Abu Salamah meninggal dunia, akupun mengucapkan ucapan itu, sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan ternyata Allah menggantikanku dengan yang lebih baik dari Abu Salamah, yaitu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. al-Bukhari)

Penutup

Akhirnya, marilah kita beristighfar dan bertaubat, kembali kepada Allah ta’ala, karena tidaklah berbagai macam musibah ditimpakan kepada kaum muslimin di Indonesia melainkan karena berbagai dosa dan kemaksiatan yang di lakukannya. Allah ta’ala berfirman,

وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ

“Dan musibah apa saja yang menimpa kalian, maka disebabkan oleh perbuatan tangan kalian sendiri, dan Allah mema’afkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)” (Qs. Asy-Syuura: 30)

Oleh karena itu, marilah kita semua kembali kepada Allah, mantauhidkan Allah, jauhi kesyirikan, menyerulah kepada yang ma’ruf dan mencegah kemunkaran, melaksanakan sholat lima waktu dan jangan menunda-nunda, menunaikan zakat, meninggalkan praktek riba’, meninggalkan korupsi dan penggelapan uang milik negara/ umum, meninggalkan judi dan segala bentuk turunannya, meninggalkan praktek sex bebas (zina), dan hendaknya kita senantiasa beramal shalih yaitu ikhlas hanya kepada Allah dan meneladani Nabi shallallahu’alaihi wa sallam. Ingatlah firman Allah ta’ala yang memperingatkan kita agar bertaubat kepada-Nya setelah menimpakan azab kepada suatu kaum yang fasiq,

“Dan Sesungguhnya Kami merasakan kepada mereka sebahagian azab yang dekat (di dunia) sebelum azab yang lebih besar (di akhirat), mudah-mudahan mereka kembali (ke jalan yang benar).(QS. As-Sajadah: 21)

Allah ta’ala juga berfirman,

“Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi). Dan ikutilah sebaik-baik apa yang telah diturunkan kepadamu dari Tuhanmu sebelum datang azab kepadamu dengan tiba-tiba, sedang kamu tidak menyadarinya. (QS. Az-Zumar: 54-55)

Semoga Allah memberi kita semua hidayah dan petunjuk yang lurus, dan istiqomah di atasnya…..amiin

Surabaya, 4 Oktober 2009 (15 Syawal 1430 H)

Oleh. Maramis Setiawan

Referensi:

  • 62 Amalan Pembuka Pintu Surga, oleh ’Abdullah bin ’Ali al-Ju’aitsin, penerbit: Pustaka Imam Syafi’i
  • Doa dan Wirid, oleh Ust. Yazid bin Abdul Qadir Jawwas, penerbit: Pustaka Imam Syafi’i
  • Al-Quran dan Terjemahnya

 

Footnote


[1] Al-Adzkaar (197-463)

[2] Shahih Sunan Ibnu Majah (I/267)

[3] Atau ia berkata: ‘Bapak dan Ibunya’

[4] Atau ia berkata: ‘Meraih tangannya’

[5] Atau ia berkata: ‘Tidak membiarkannya’

[6] Syarh Shahih Muslim (XVI/420)

[7] Shahih Sunan an-Nasaai (II/404)

[8] Shahiihul Bukhori (XI/241, no. 6424)

[9] Fat-hul Baari (XI/243)

[10] Shahiihul Bukhori (XI/241, no. 6424)

8 thoughts on “Sebuah Hiburan Bagi Saudara-Saudaraku Yang Tertimpa Musibah”

  1. amin 7x

    semoga yg masih hidup dan mengalami kesusahan, diberi kekuatan iman agar bisa menikmati semua hiburan di atas ….

    silahkan ke blog saya richocean Richocean tentang
    2009 3009 ANGKA Gempa PADANG PARIAMAN. 2009 1010 ANGKA Gempa Tsunami ACEH?
    2009 0110 Pagi ini Gempa Bengkulu dan Jambi Menyusul Gempa Padang
    Selama 17 jam, 3x Gempa PADANG Sumatra Barat
    Gempa Sumatra Barat Tiap Bulan 666 Gempa 40 Tahun

    atau blog saya lainnya
    Richmountain

    salam …

    1. bukankh tsunami aceh pd th 2004?kok dbuat 2009.

      Memang, tetapi ini dibuat ketika terjadi gempa di Padang pariaman dan sekitarnya pada bulan agustus 2009 lalu. barokallahufik.

  2. Turut berduka dan berempati atas musibah yang menimpa saudara kita di padang, jambi dan sekitarnya. Terhantar do’a agar saudara-saudara kita dapat tabah menghadapinya.
    Mudah-mudahan keluarga yang ditinggalkan bisa tabah menghadapinya. bagi kita yang tidak mengalami langsung, mudah-mudahan dapat terketuk untuk memberikan bantuan untuk sedikit meringankan beban para korban.
    dengan adanya cobaan ini, mudah-mudahan keimanan kita kepada Allah dapat berlipat, sebab hanya ke pangkuanNya lah kita kembali.
    Dijual Rumah

    1. saya sendiri..sebagai warga kota padang turut mengalami peritiwa G3OS 2009 itu…mudah2an dngn peristiwa tr sebut saya bserta rang sumbar dapat merenungkn bhwa musibah yng terjadi itu cobaan dr ALLAH SWT smg kita dpt meningkatkn keimanan dn ketaqwaan kita kepadaNYA..AMIN.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s