Menarik Seorang Dari Shaf Depan


menarik seorang dari shof ???
menarik seorang dari shof ???

Telah diutarakan pada rubrik Fikih Praktis, bahwa hadits-hadits seputar anjuran untuk menarik seseorang dari shof depan adalah lemah. Dan pada rubrik koreksi hadits ini, kami akan bawakan tiga buah hadits tersebut dengan tambahan penjelasan ringkas yang kami nukilkan dari ucapan Syaikh al-Albani rahimahullah pada kitabnya Silsilah al-Ahadits adh-Dha’ifah wa al-Maudhu’ah, jilid 2, hlm. 321-322, dan Syaikh Salim bin ‘Ied al-Hilali dalam kitabnya Mausu’ah al-Manahi asy-Syar’iyyah, jilid 1, hlm. 464-463.

Beberapa Teks Hadits Lemah Seputar Menarik Seorang Dari Shaf Depan

1. Hadits Pertama.

Dari Muqatil bin Hayyah bahwasanya Nabi shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:

“Apabila ada seseorang datang namun dia tidak mendapatkan teman, maka hendaklah ia menarik orang lain dari shaf untuk berdiri bersamanya, dan alangkah agungnya ganjaran orang yang menarik tersebut.”

Syaikh Salim berkata: “Hadits ini lemah, al-Baihaqi menyandarkan hadits ini kepada Abu Dawud dalam kitabnya al-Marasil.”

Lalu beliau berkata: “Muqatil bin Hayyah adalah perawi yang lemah.”

2. Hadits Kedua

Dari Wabishah radliyallahu’anhu ia berkata: Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam pernah melihat seseorang shalat sendirian di belakang shaf-shaf lalu beliau bersabda:

“Hai orang yang sedang shalat sendirian, mengapa engkau tidak bergabung dengan shaf atau menarik seseorang untuk berdiri bersamamu, ulangilah shalatmu.”

Syaikh Salim berkata: “Hadits ini sangat lemah. Telah dikeluarkan oleh Abu Ya’la, no. 1588, dan al-Baihaqi, jilid 3, hlm. 105, dan ia melemahkannya. Al-Hafizh juga melemahkan hadits ini dalam kitabnya at-Talkhish al Habir, jilid 2, hlm. 37.”

Beliau juga berkata: “Sanadnya sangat lemah”.

Ada riwayat lain yang hampir sama dengan hadits di atas. Riwayat tersebut berbunyi:

Dari Wabishah bin Ma’bad, bahwasanya ada seorang yang shalat sendiri di belakang shaf, lalu Nabi shallahu’alaihi wa sallam berkata kepadanya:

”Mengapa engkau tidak masuk ke shaf atau menarik orang lain untuk shalat bersamamu?! Ulangilah shalatmu.”

Hadits dengan lafazh seperti ini sangat lemah, sebagaimana yang ditegaskan oleh Syaikh al-Albani rahimahullah. Beliau berkata: ”Komentar saya (tentang hadits ini): Bahkan sanadnya sangat lemah sekali. Lihat silsilah al-Ahadits adh-Dhaifah wa al-Maudhu’ah, no. 922.

3. Hadits Ketiga

Dari Ibnu Abbas radliyallahu’anhu bahwasanya Nabi shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:

”Apabila seorang dari kalian sampai di shaf, sementara shaf tersebut telah sempurna (penuh), maka hendaklah ia menarik seseorang yang berdiri bersama di sebelahnya.”

Tentang hadits ini Syaikh al-Albani rahimahullah berkomentar: ”Hadits ini lemah.” Lihat Silsilah al-Ahadits adh-Dha’ifah wa al-Maudhu’ah, no. 921.

Sedangkan Syaikh Salim berkomentar: ”Hadits ini palsu”.

Beliau juga berkata: ”al-Haitsami berkata dalam kitab Majma’ Az-Zawa’id, jilid 2, hlm. 96: (Hadits ini) sangat lemah. Al-Hafizh berkata dalam at-Takhlish al-Habir, jilid 2, hlm. 37: ”Sanadnya lemah sekali.”

Demikianlah uraian singkat tentang hadits lemah seputar menarik seorang dari shaf depan.

Jika telah diketahui kelemahannya, tentu kita tidak boleh mengamalkannya. Dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam.

Sumber: majalah adz-Dzakiirah vol 7 No. 8 Edisi 50 Th. 1430/2009 hlm. 37-38

Iklan

5 thoughts on “Menarik Seorang Dari Shaf Depan”

  1. di mushola tempat sy bekerja terjadi hal yang mirip…
    yaitu ketika 2 orang Sholat ber-jamaah dengan posisi bersebelahan dan makmum di sebelah kanan… lalu jika pada rakaat kedua ada makmum kedua datang dan ikut ber-jamaah dengan menepuk pundak makmum yang pertama….
    kemudian makmum yang pertama akan mundur menyesuaikan barisan dgn makmum yang baru datang….
    apakah memang ini cara ini benar…

    maramis: Dibolehkan demikian, hal ini agar susunan shaf sesuai jika makmum lebih dari satu. Adapun menepuk pundah tidak harus demikian, dan hendaknya makmum yang pertama paham bahwa jika ada makmum kedua yg datang maka dia mundur kebelakang tanpa ditepuk pundaknya. Wallahua’lam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s