Sutra Asmara (2)


 

naked-eyes.jpgOleh. Ust. Abu Umar Basyir

Pandangan Mata dan Bahayanya

Ibnul Qayyim mengungkapkan, ”Allah memerintahkan Nabi-Nya untuk menyuruh kaum mukminin menjaga pandangan mereka dan memelihara kemaluan mereka, dan memberitahu kepada mereka dan memperhatikan perbuatan mereka. Firman Allah, ”Allah mengetahui pandangan mata yang berkhianat….” (Al-Mukmin:19)

Karena yang menjadi dasarnya adalah pandangan mata, maka Allah mendahulukan perintah menjaga pandangan mata daripada memelihara kemaluan. Karena semua malapetaka itu bermula dari mata, sebagaimana api yang besar juga berasal dari percikan api yang kecil. Dimulai dari mata, lalu menjadi angan-angan, lalu menjadi langkah perbuatan, lalu menjadi dosa dan kesalahan. Oleh sebab itu ada ulama yang mengungkapkan, ”Barang siapa menjaga empat hal ini, berarti telah memelihara agamanya, yakni lirikan mata, besitan hati, ucapan dan langkah kaki’.”

Beliau juga menjelaskan bahwa pandangan mata adalah pangkal dari kebanyakan musibah yang menimpa manusia. Karena pandangan itulah yang melahirkan besitan hati, kemudian berubah menjadi pikiran, lalu berubah menjadi syahwat, kemudian berubah lagi menjadi keinginan, kemudian menjadi tekad yang kuat, lalu menjadi perbuatan, bila tidak ada hal yang menghalanginya. Oleh sebab itu ada seorang penyair mengungkapkan:

Kesabaran menahan pandangan lebih mudah daripada kesabaran menahan akibatnya

Sebagaimana diungkapkan:

Segala bencana berasal dari pandangan mata, api yang besar berasal dari percikan api semata

Berapa banyak pandangan mata menghunjam hati pemiliknya, bagaikan anak panah tanpa busur dan tanpa tali pelecutnya

Selama seorang hamba masih memiliki mata yang dia hunjamkan sesukanya terhadap wanita cantik jelita, bahaya selalu akan mengintainya

Yang nikmat dalam pandangan mata terkadang berbahaya bagi hati pemiliknya, tidak ada gunanya kesenangan yang berakhir dengan penderitaan semata.

Hadist-Hadist dan Riwayat tentang Bencana Pandangan Mata

Rasulullah Shalallhu’alaihi wa sallam bersabda, ”Hati-hatilah terhadap godaan dunia dan godaan wanita, sesungguhnya bencana pertama yang menimpa Bani Israil adalah dari wanita.” (Riwayat Muslim)

Dari Jarir bin Abdullah diriwayatkan bahwa ia berkata, ”Aku pernah bertanya kepada Rasulullah tentang pandangan haram yang tidak disengaja. Maka beliau menyuruhku untuk memalingkan pandanganku.” (Riwayat Muslim)

Dalam riwayat Abu Dawud disebutkan bahwa Rasulullah bersabda, ”Palingkanlah pandanganmu.”

Rasulullah shallahu’alaihi wa sallam bersabda, ”Hai Ali! Janganlah engkau ikuti pandanganmu terhadap yang haram dengan pandangan yang lain. Karena yang pertama itu halal bagimu, dan yang kedua adalah haram.” (HR. Abu Dawud dan at-Tirmidzi, dinyatakan shahih oleh Al-Albani)

Wahai Saudaraku tercinta!

Para ulama salaf dahulu selalu menahan pandangan mata mereka sedemikian rupa, karena khawatir terhadap godaan dan karena khawatir terjerumus ke dalam siksa Allah.

Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu mengungkapkan, ”Setiap pandangan mata, pasti menjadi incaran bagi setan.”

Konon Rabi’ bin Khutsaim rahimahullah selalu menjaga pandangan matanya. Bila lewat para wanita, ia menundukkan kepalanya –yakni hingga mengarah ke dadanya sendiri- sehingga kaum wanita itu mengira ia buta. Maka mereka pun berkata, ”Kami berlindung kepada Allah dari kebutaan!!”.

Ibnu Abbas radhiyallahu’anhu berkata, ”Setan memiliki tiga tempat bersinggah pada diri lelaki, yakni matanya, hatinya dan kemaluannya. Sementara setan juga memiliki tiga tempat singgah pada diri perempuan, yakni mata, hati, dan kelemahannya.”

Sehubungan dengan firman Allah, ”Allah mengetahui pandangan mata yang berkhianat” (Al-Mukmin:19), beliau menjelaskan, ”Yakni seorang lelaki yang ada di antara sekelompok orang. Bila ada wanita lewat dihadapan mereka, ia memperlihatkan kepada mereka bahwa ia menahan pandangannya dari wanita itu. Tapi apabila mereka lengah, ia akan melihatnya. Padahal Allah telah mengetahui yang ada dalam hatinya, bahwa ia ingin melihat kemaluan wanita tersebut!”

Isa bin Maryam ’alaihisallam berkata, ”Pandangan kepada yang haram itu menanamkan syahwat dalam hati. Maka terjadilah perbuatan dosa.”

Ma’ruf radhiyallahu’anhu menyatakan, ”Jagalah pandangan kalian, meskipun terhadap kambing betina!”

Dzun Nun menyatakan, ”Lirikan mata itu menimbulkan penyesalan. Pada awalnya akan menjadikan sengsara, akhirnya adalah kebinasaan. Barangsiapa yang memperturutkan pandangan matanya, maka akan tergiring kepada kematiannya sendiri.”

Hisan bin Abu Sinan suatu hari keluar rumah yakni pada hari raya Idul Fitri. Sepulang sholat, istrinya bertanya, ”Berapa wanita cantik yang engkau lihat di jalan?” Beliau menjawab, ”Demi Allah, aku hanya melihat ke arah jempolku semenjak aku keluar rumah, hingga aku kembali kepadamu.”

Ahmad bin Hambal berkata, ”Berapa banyak pandangan mata yang menorehkan berbagai bencana ke dalam hati pemiliknya.”

Diungkapkan, ”Bila Anda melihat sakitku kian bertambah, dan penyakitmu membuat para dokter menjadi lelah, jangan terperangah! Demikianlah yang dilakukan pandangan mata terhadap hati pemiliknya.”

Hukum Melihat Wanita

Al Hafidz Abu Bakar bin Habib Al-Amiri mengungkapkan, ”Yang menjadi Ijmak (konsesus) ulama kaum muslimin, yang disepakati keharamannya oleh para ulama salaf dan khalaf dari kalangan ahli fiqih dan para imam adalah bahwa melihat lawan jenis yang bukan mahram, baik kemahraman nashab atau karena sesusuan. Mereka haram untuk saling melihat, menurut kesepakatan seluruh ulama kaum muslimin.” (Lihat Ahkam An-Nazhar ila Al-Muharramat)

Ketika Fadhal bin Abbas melihat seorang wanita, Nabi segera memalingkan pandangannya ke arah lain. (Riwayat Abu Dawud)

Ibnul Qayyim mengatakan, ”Itu adalah bentuk larangan dan pencegahan dengan perbuatan langsung. Kalau perbuatan itu boleh, tentu Nabi akan membiarkannya saja.”

Menutup Jalan kepada Pandangan Haram

Wahai saudaraku tercinta !

Sesungguhnya Rasulullah telah menutup segala jalan yang menyebabkan terjadinya pandangan haram dengan sengaja kepada kaum wanita. Hal itu berasal dari keinginan beliau untuk membersihkan hati dan menjernihkan jiwa, serta menyelamatkan masyarakat Islam agar bertaqwa dan takut kepada Allah. Diantara kiat-kiat tersebut adalah:

  1. Beliau melarang kaum wanita yang shalat bersama kaum lelaki untuk mengangkat kepalanya sebelum kaum lelaki. Untuk mencegah agar mereka tidak melihat aurat lelaki dari belakang kain sarung mereka.
  2. Beliau melarang wanita yang keluar ke masjid untuk memakai minyak wangi atau asap bakaran kayu cendana. Karena itu dapat menyebabkan kaum lelaki tertarik kepada mereka. Karena bau mereka yang wangi, bentuk badan mereka dan lelak-lekuk tubuh mereka bisa mengundang selera kaum lelaki. Beliau memerintahkan mereka keluar rumah tanpa mengenakan wewangian.
  3. Beliau tidak memberikan hak kaum wanita berjalan di tengah jalan sehingga bisa dilihat dengan mudah oleh setiap lelaki. Tetapi hak mereka adalah di tepi dan pinggir-pinggir jalan.
  4. Beliau melarang seorang wanita menggambarkan sosok wanita lain kepada suaminya, sehingga seolah-olah sang suami melihat langsung wanita tersebut, demi menjaga yang haram dan memelihara dari kerusakan karena hati sang suami bisa saja akhirnya membayangkan si wanita dalam pikirannya.
  5. Beliau melarang kaum lelaki duduk-duduk di pinggir jalan. Hal itu semata-mata karena itu dapat menyebabkan terjadonya pandangan haram. Ketika para sahabat mengungkapkan, bagaimana bila terpaksa. Beliau bersabda, ”Berilah hak jalan.” Mereka bertanya?” Beliau menjawab, ”Menjaga pandangan, menahan diri dari kejahilan dan menjawab salam. ” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
  6. Nabi melarang kaum wanita untuk menghentak-hentakkan kakinya ketika berjalan, agar tidak mengundang kaum lelaki melihatnya, dan memandang perhiasan mereka yang tersembunyi.

Firman Allah, ”Dan janganlah mereka memukulkan kaki mereka agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan.” (An-Nur 31)

(Disalin dari Buku: Sutra Asmara oleh Ust Abu Umar Basyir hal.163- 171)

Iklan

One thought on “Sutra Asmara (2)”

  1. Terima kasih akhi…..
    Sungguh sangat bermanfaat artikel ini terlebih kalau saya dapat menjalankannya melalui bimbingan-Nya.

    Karena selama ini, waktu yang saya miliki habis dengan mengumbar pandangan sampai syahwat.
    Astagfirullah al adzim.
    Doakan saya akhi…semoga saya selamat dari bahaya maksiat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s