Bermuamalah dengan anak


imagesf.jpeg
Anak merupakan anggota keluarga yang paling dekat dengan kita. Keceriaan, kepolosan dan keluguan sang buah hati yang masih balita menemani rutinitas keseharian orang tua.

Hal ini paling sering dilakukan oleh sang istri. Suami mungkin jarang berinteraksi dengan sang anak karena kesibukannya di luar rumah, ibulah yang senantiasa berhadapan dengan si kecil daripada sang ayah. Nah, karena frekuensi interaksi dengannya sangat besar, terkadang ada hal-hal remeh yang tanpa disadari menjurus ke arah pelanggaran syariat. Setidaknya ada dua hal yang sering dilakukan oleh wanita sebagai ibu dalam berinteraksi dengan anaknya yang masih balita. Diantaranya tidak menutup aurat di hadapan si kecil dan kedua adalah bersafar dengan mahram anak kecil.

Kapan Wanita Menutup Auratnya Dari Anak-Anak?

Urgensi menutup aurat bagi wanita sudah dijelaskan oleh Al-Quran maupun Sunnah. Dalam bermuamalah dengan anak pun ada batasan kapan harus menutup aurat seorang wanita. Lalu, berapa batas umur anak-anak yang diwajibkan bagi wanita untuk menutup auratnya dari anak-anak tersebut?
Apakah didasarkan kepada hukum tamyiz (anak yang telah mengetahui/ membedakan perkara yang baik dan buruk), atau telah balighnya?
Pertanyaan ini dijawab oleh Syekh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah dan beliau menjawabnya,
Allah Subhanahu wa ta’ala menjelaskan bolehnya seorang wanita menampakkan perhiasannya kepada mereka (anak-anak) dalam surat An-Nur ayat 31,
“Atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita.”
Seorang anak apabila diperlihatkan kepada mereka aurat wanita, dan anak tersebut melihatnya kemudian berbicara/menceritakan apa yang dilihatnya kepada orang lain, maka tidak boleh bagi seorang wanita membuka aurat di hadapannya. Keadaan yang demikian berbeda antara satu anak dengan anak yang lainnya karena disebabkan pergaulan di antara mereka. Terkadang seorang anak disebabkan pergaulannya dia mengetahui banyak sekali perkara yang berkaitan dengan wanita, kemudian apabila berbicara di hadapan manusia, dia menceritakan perkara tersebut. Dan sebaliknya, terkadang seorang anak tidak menghiraukan dari perkara yang mereka lihat karena belum tamyiz.

Perkara penting yang harus diperhatikan, bahwa sesungguhnya Allah telah membatasi/mengkhususkan dengan firman-Nya Subhanahu wa ta’ala,
“Atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita.”
Yaitu anak-anak yang diperbolehkan bagi seorang wanita menampakkan auratnya, belum tamyiz, yaitu yang tidak menghiraukan aurat kaum wanita.

Safar Dengan Anak
Telah umum diketahui bahwa wanita yang bersafat harus disertai mahram. Timbul suatu masalah ketika ada wanita bersafar dengan mahram namun mahramnya adalah anak kecil yang belum baligh? Jelasnya, bolehkah seorang wanita pergi dari suatu kota ke kota lain untuk berobat bersama anak lelaki dari saudara wanitanya (keponakannya), padahal keponakannya itu belum sampai umur baligh?
Pertanyaan ini dijawab oleh Syekh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i rahimahullah
Jawaban beliau, jika anak itu sudah tamyiz, maka tidak mengapa demikian. Dia dianggap sudah tamyiz. Biasanya sampai tingkatan tamyiz bila berumur dua belas tahun atau tiga belas tahun.
Jika sudah tamyiz tidak mengapa wanita itu safar dengannya bila aman dari fitnah.
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak halal seorang wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhir bersafar kecuali bersama mahramnya.”

Kesimpulan
Bermuamalah dengan anak tetap ada batasannya dan harus diperhatikan oleh orang tua, khususnya seorang wanita. Menutup aurat di depan anaknya harus dilakukan, apabila anak tersebut ketika melihatnya kemudian berbicara atau menceritakan apa yang dilihatnya kepada orang lain. Dalam masalah ini biasanya anak satu berbeda dengan yang lain. Namun apabila sang anak tidak menghiraukan apa yang dilihatnya karena belum tamyiz misalnya, maka menutup aurat belum diharuskan.
Adapun safar dengan mahram seorang anak dibolehkan, asalkan anak tersebut sudah tamyiz, yang biasanya terjadi saat anak tersebut berumur dua belas atau tiga belas tahun. Wallahu a’lam bishawab.

Majalah Nikah Edisi Mei 2007  hal.60

Iklan

One thought on “Bermuamalah dengan anak”

  1. afwan anak ana umur 1 tahun, ana m nanya buku cerita tentang para sahabat untuk umur anakku ada g? trus bisa pesan dimana?kallo mainan ada jg ga? trus kalo murotal yg bisa didengarkan buat anak ana kira” bisa ana dapat dimana y?jazakallah

    maramis: Banyak mbak…..mbak bisa beli majalah al-mawaddah yang biasanya di tengahnya ada buku tipis tarjim sebagai materi kepada anak-anak kita. Atau bisa juga beli buku-buku kisah sahabat yang shahih yang dijual di toko-toko yang menjual buku-buku salaf atau ahlussunnah terdekat. Kalau mainan untuk laki-laki ya belikan saja mobil-mobilan atau sejenisnya, kalau perempuan dibelikan boneka yang tidak menyerupai aslinya sebagaimana milik aisyah radliyallahu’anha. Untuk morottal mbak bisa download sendiri di http://www.mp3quran.net/eng/saud_english.html . Semoga bermanfaat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s