Yang Layu Sebelum Berkembang


 rose8.jpg

Butiran bening menetes di pipi,…sesak, perih, marah dan sejuta rasa gundah menyeruak, saat seorang ibu mendapati anak gadisnya hamil diluar nikah!
Terguncang, itu pasti. Tapi marah pun tak akan menyelesaikan persoalan ini. Tak habis pikir, kenapa ini harus terjadi. Sebagai orang tua, sang ibu merasa telah membekali anak gadisnya dengan bekal agama, nasihat tak pernah kering keluar dari bibir, rambu-rambu bergaul hingga soal pakaian tak luput masuk dalam daftar pesan harian. Tapi ternyata istighfar berulang kali terucap, dunia di sekeliling menjadi gelap.
Lain lagi cerita tentang sebuah keluarga. Lima gadis bersaudara, hamil tanpa suami! Yang membuat trenyuh, hal itu tidak menjadi beban mereka, tak ada sesal, tak ada tangis. Dan itu terjadi berulang kali. Na’dzubillah mindzalik. Fenomena apa ini?

Bahaya Itu Ada Di Depan Mata
“Sesungguhnya dunia ini sangat manis dan indah (menarik perhatian), dan Allah Subhanahu wa ta’ala telah menyerahkannya kepada kamu untuk melihat bagaimana kamu berbuat. Karena itu berhati-hatilah dalam menghadapi dunia, dan berhati-hatilah pada wanita. Sesungguhnya fitnah (ujian) pertama bagi bani Israil terjadi adalah karena wanita.” (Riwayat Muslim)
Dari hadist di atas, Rasulullah Shallahu’alaihi wa sallam mengingatkan bahwa keindahan dunia, juga wanita, bisa menjadi pintu dosa. Namun sebagai wanita tak perlu berkecil hati, sebab dengan arif Islam menunjukkan pentingnya kedudukan wanita, bahkan Allah Subhanahu wa ta’ala menganggungkan dalam salah satu surat Al-Quran, yaitu surat An-Nisa’.

Tinggal bagaimana kita sebagai hamba, khususnya kaum hawa menjaga kepercayaan yang telah Allah Subhanahu wa ta’ala berikan. Bagaimana kita hidup di tengah gemerlap dunia yang menyilaukan dan menipu, banyak memberikan kenikmatan sesaat yang banyak membuat kita terlena. Keimanan pada Allah Subhanahu wa ta’ala, pengetahuan tentang agama, lingkungan bergaul yang baik, serta cara pandang positif yang jauh ke depan, termasuk faktor penting bagi kita untuk melalui semua tantangan dalam hidup dan pergaulan kita.

Tak dipungkiri, deras arus globalisasi, iming-iming gemerlap dunia, hantaman gelombang budaya yang mengepung dari segala penjuru tak pernah berkompromi. Trend busana serta gaya hidup barat yang menggoda, memanggil hasrat. Apalagi bagi kawula muda, khususnya remaja putrid yang tengah tumbuh dan penuh gejolak, ditambah psikis yang masih labil, menjadi sasaran empuk globalisasi. Tak jarang mereka jatuh dan terjerumus.

Islam melindungi dan menjaga wanita dari pergaulan bebas yang sia-sia, sehingga haknya terlindungi dan kemuliannya terjaga. Namun saat ini, banyak dari kita menganggap, perlindungan Islam terhadap wanita sebagai kekangan, kemunduran dan pelanggaran HAM karena melarang wanita ini dan itu, membatasi gerak wanita bahkan sampai soal pakaian dan cara bergaul. Inilah hasil pemikiran mereka yang teracuni budaya barat, sehingga tak pernah mau melihat Islam teramat sangat melindungi kaum hawa dengan syariatnya. Sebaliknya, mereka memuja barat dan menjadikannya sebagai kiblat, menganggungkan emansipasi serta kebebasan berekspresi. Na’udzubillah.

Berawal Dari Pandangan Mata
Demi keselamatan seorang hamba, Allah Subhanahu wa ta’ala memerintahkan pada hamba yang beriman untuk menjaga kemaluannya, dengan penjagaan awal terhadap pandangan matanya. Karena mata bisa menjadi media pengantar perbuatan zina. Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman,

“Katakanlah kepada laki-laki yang beriman,’hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya, yang demikian itu lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Subhanahu wa ta’ala Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. ’Katakanlah kepada wanita beriman,’Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya….’”(An-Nuur:30-31)

Ibnu Qayyim mengurai tentang bahaya pandangan dengan menjelaskan,
“Sesungguhnya setiap kejadian (buruk) berawal dari penglihatan. Sebagaimana kejadian besar yang bermula dari sikap meremehkan terhadap sesuatu yang kecil yaitu memandang, yang karena diremehkan lalu berkembang menjadi suatu keinginan, kemudian melangkah menjadi niat untuk berbuat dan kemudian terjadilah perbuatan yang diharamkan (dosa).”

Rasulullah Shallahu’alaihi wa sallam pun bersabda mengenai bahaya pandangan,

“Pandangan itu panah beracun iblis. Barangsiapa menundukkan pandangannya karena Allah, Dia akan berikan kepadanya kenikmatan dalam hatinya yang akan ia rasakan samapi bertemu dengan-Nya.”(Riwayat At-Thabrani)

Jelaslah pandangan merupakan jalan masuk bagi setan, hingga membuat hati kita sibuk dan lalai. Tidak menjaga pandangan, sama halnya membiarkan kegelapan memasuki hati.
Maraknya ikhtilat (campur baur pria dan wanita) dan tabarruj (bersolek) makin mendukung suburnya pandangan bebas antar lawan jenis yang tak mustahil mengantar pada zina. Allah tegas melarang kita mendekatinya. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa ta’ala,

“Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (Al-Isra’:32)

Mendekati zina, termasuk berpandangan, berduaan dengan lawan jenis, sentuhan dan sebagainya, hal itu sangat mungkin dilakukan oleh orang yang berpacaran,”pengumbaran” nafsu jelas terjadi. Lebih jauh lagi bisa terjadi hubungan seks di luar nikah. Fenomena hamil di luar nikah pun makin marak mengiringi. Apalagi sekarang ini kondisi kebanyakan wanita yang kita lihat jauh dari shalihah. Hanya sebagian kecil saja yang masih memegang kuat keimanan dan mau menjadikan Al-Quran dan sunnah sebagai pegangan hidup mereka.

Sebab Dan bahaya Pergaulan Bebas
Dewasa ini hubungan bebas kian membudaya, yang lebih menyedihkan, pelakunya sama sekali tanapa rasa malu memamerkannya dan seolah begitu bangga.
Banyak faktor yang menyebabkan pergaulan bebas terjadi yaitu faktor intern dan ekstern. Faktor intern di antaranya:
-Lemahnya iman atau bahkan tak ada sama sekali. Hal ini sangat mudah membuat orang terpengaruh hal-hal yang menyesatkan, hingga tenggelam dalam banyak penyakit rohani dan jasmani yang menghancurkan diri.
-Jahil terhadap ilmu agama. Minim ilmu dan ketidaktahuan membuat seseorang mudah terbawa arus dan cenderung meniru tahap memikirkan baik buruknya, pantas atau tidaknya, dan halal atau haramnya suatu perbuatan.
-Lunturnya nilai dan pemahaman dalam diri wanita atas fitrah dan kodrat yang disandangnya. Sebagian dari wanita mengabaikan hal ini. Banyak yang bertindak bodoh merusak fitrah dan kemuliannya dengan hal-hal yang bertentangan dengan fitrah dan syariat dinnya.
Faktor ekstern diantaranya:
-Peran keluarga. Dalam Islam keluarga mengambil peran urgent dalam membentuk akhlak generasi. Didikan keluarga menjadi modal berharga saat generasi mulai melangkah ke dunia luar.
-Pengaruh lingkungan dan teman bergaul. Lingkungan dan teman bergaul yang baik akan berdampak baik pula bagi kita.

Tak terhitung banyaknya bahaya dan akibat yang ditimbulkan dari pergaulan bebas. Diantaranya lahirnya budaya pacaran, pelacuran, dan banyaknya penyakit akibat seks bebas. Selain itu, pergaulan bebas juga menjadi salah satu pendorong terjadinya berbagai kausus, seperti perkosaan, tindak kriminal, free sex, kehamilan di luar nikah, aborsi, maraknya dunia prostitusi, pembuangan bayi, hiburan malam, pembunuhan dan lain sebagainya.

Nasihat Untuk Saudariku
Siapa yang harus disalahkan dengan maraknya fenomena free sex dan hamil di luar nikah? Orang tua, keluarga, lingkungan ataukah diri kita sendiri? Pada dasarnya semua komponen itu saling berkait dan merupakan satu mata rantai yang tidak bia dipisahkan. Namun kekuatan dan keimanan dalam pribadi kitalah penentunya. Keluarga, lingkungan yang baik dan teman bergaul adalah faktor pendukung yang bila berkolaborasi dengan baik akan menjadi tambahan support berharga bagi individu.

Saudariku, jagalah agar sebagai wanita kau tetap berharga, mulia dan mampu menjadi individu serta anggota mesyarakat yang baik. Mampu menjadi gadis yang memelihara akhlak dan kesucian. Menjadi muslimah yang mampu membentengi diri dan kukuh dalam bersikap.

Berikut ada beberapa hal yang jika kau selalu memegangnya insyaAllah dapat menghindar dan menjaga kita dari hubungan bebas:
-Pertebal iman, selalu dekat pada Allah. Karena keimanan dan kecintaan pada mengikuti petunjuk-Nya dan Rasul-Nya. Memiliki rasa takut dan malu yang besar kepada Allah hingga terhindar dari nafsu keji dan perbuatan mungkar.
-Bekali diri dengan ilmu yang benar karena ilmu adalah pelita hati, hingga mampu membedakan yang hak dan yang batil. Islam sangat menggambarkan keutamaan ilmu, sebagaimana firman-Nya Subhanahu wa ta’ala.
“Dan tidaklah sama antara orang yang buta dengan orang yang melihat.” (Al-Faatir:19)
-Merendahkan pandangan mata
-Menikah. Mengapa? Karena ini jalan terbaik, jika engkau takut tak bisa mengendalikan nafsu dan takut melampiaskan nafsu pada hal yang melanggar syar’i.
-Puasa mampu menjadi obat penangkal syahwat dan pikiran buruk. Sabda Rasulullah Shallahu’alaihi wa sallam ,”….barangsiapa belum menikah, hendaklah ia berpuasa. Karena dengan puasa dirinya terlindung dari kemaksiatan.” (Riwayat Bukhari-Muslim)
-Memanfaatkan waktu untuk hal-hal positif.
-Mengingat kematian karena dzikrul maut akan meningkatkan ketakwaan dan keimanan kita.
Tetaplah tegar berdiri dalam fitrah, jangan sekali pun engkau lengah. Jangan lelah menjadikan Al-Qur’an dan As-Sunnah sebagai naungan jiwa. Semoga Allah selalu menjaga kita dalam kebaikan. Amin.  (Ummu Nabhan)

Majalah Nikah Edisi April 2007, hal. 4

Iklan

One thought on “Yang Layu Sebelum Berkembang”

  1. Assalaamu `alaikum
    ana sekedar berbagi … bisa jadi ana terlahir di keluarga yg disebutkan di awal artikel ini , dan ana berharap tidak akan ada lg keturunan dr keluarga kami yang melakukan dosa *zina*
    tapi nenek ana tlah lama mewasiatkan agr jangan sampai ana menjadi salah satu pelakunya .
    alhamdulillah ana selamat … ana menikahi seorang yg shalih dan kepadanya ana berharap `ntuk menjaga kehormatan ana …
    namun meski ana tidak termasuk dari anggota keluarga yg melakukan bercampur dengan cara harom yakni sebelum pernikahan … ana merasa tetap tidak aman dari maksiat *zina* .
    ana hanya berharap agarlah kita tetap merasa bahwa zina telah menyebar di dunia ini … berhati2 dan memintalah perlindungan kepada Alloh `Azza wa Jalla

    yaa Alloh … ampuni hambaMu ini dan senantiasa lindungi kami … aamiin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s