Doa agar Allah cinta

Download MP3: Meraih Kecintaan Allah ta’ala, oleh Syaikh Prof. Dr. Abdurrozzaq bin Abdil Muhsin al-Abbad al-Badr (Tabligh Akbar di Masjid Istiqlal, Jakarta. Ahad 19 Februari 2012)


Berikut ini adalah rekaman Tabligh Akbar Syaikh Prof DR Abdur Rozzaq Al Badr berjudul “Meniti Jalan Menggapai Kecintaan Allah” yang diterjemahkan oleh Ustadz Abdullah Taslim, MA. Acara yang di klaim oleh panitia pelaksana telah berlangsung sukses dengan 115.000 jamaah ini berlangsung di Masjid Istiqlal pada tanggal 19 Februari 2012.


DOWNLOAD

sumber: kajian.net

Pelajaran yang bisa dipetik dari Tabligh Akbar:

1. Keutamaan duduk bermajelis di masjid, bahwa Allah membanggakan orang-orang yang bermajelis di dalam masjid kepada para malaikatnya.

Disebutkan oleh Syaikh, sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahihnya, dari Sahabat Mu’awwiyah radilyallahu’anhu. Beliau mengatakan, suatu hari Rasululloh shallallahu’alayhi wa sallam keluar menjumpai kami, pada waktu itu kami sedang duduk di suatu majelis yang tujuan kami duduk dimajelis tersebut adalah untuk mengingat besarnya nikmat Allah ta’ala, untuk mengingat nikmat Islam dan Iman,

Kemudian Rasululloh bersabda, “Apa yang menyebabkan kalian duduk dimajelis ini?”. Maka Kami katakan, ”Kami duduk disini dalam rangka mengingat nikmat Islam dan Anugrah yg Allah limpahkan kepada kami.”

Maka Rasululloh bersabda, “Demi Allah apakah kalian tidak duduk dimasjid ini kecuali alasan tersebut?”. Sahabat berkata, ”Demi Allah kami tidak duduk melainkan dengan niat tersebut”. Rasulloh bersabda, “Sungguh aku tidak meminta kalian bersumpah karena menuduh kalian, tetapi telah datang Jibril mengabarkan bahwa Allah membanggakan kalian kepada para malaikat.”

2. Sesungguhnya kecintaan kepada Allah adalah motivasi utama dalam beramal sholih. Dan salah satu doa yang hendaknya kita hafalkan sebagaimana yang diriwayatkan oleh Tirmidzi.

اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ حُبَّكَ وَ حُبَّ مَنْ يُحِبُّكَ وَ حُبَّ كُلِّ عَمَلٍِ يُقَرِّبُنِي إِلىَ حُبِّكَ

“Ya Allah sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kecintaan-Mu, dan aku memohon kepada Mu kecintaanorang-orang yang mencintai-Mu, dan aku memohon kepada-Mu kecintaan terhadap semua amalan yang mendekatkan diri kepada kecintaan-Mu.”

3. Seorang yang mencintai Allah, niscaya Allah akan mencintainya. Dan seorang yang dicintai oleh Allah, maka Allah akan senantiasa menjaganya, memberinya taufik, akan menolong dan akan memberikan pengabulan terhadap doanya.

: قال رسول الله : (( إنَّ الله تعالى قال: مَن عادى لي وليًّا فقد آذنتُه بالحرب، وما تقرَّب إليَّ عبدي بشيء أحب إليَّ مِمَّا افترضته، ولا يزال عبدي يتقرَّب إليَّ بالنوافل حتى أحبَّه، فإذا أحبَبْتُه كنتُ سمعَه الذي يَسمع به، وبصرَه الذي يُبصر به، ويدَه التي يَبطشُ بها، ورِجلَه التي يَمشي بها، ولئن سألني لأعطينَّه، ولئن استعاذني لأعيذنَّه ))

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam “Sesungguhnya Allah ta’ala telah berfirman : ‘Barang siapa memusuhi wali-Ku, maka sesungguhnya Aku menyatakan perang terhadapnya. Hamba-Ku senantiasa (bertaqorrub) mendekatkan diri kepada-Ku dengan suatu (perbuatan) yang Aku sukai seperti bila ia melakukan yang wajib yang Aku perintahkan kepadanya. Hamba-Ku senantiasa (bertaqorrub) mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan-amalan sunah hingga Aku mencintainya. Jika Aku telah mencintainya, maka jadilah Aku sebagai pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar, sebagai penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat, sebagai tangannya yang ia gunakan untuk memegang, sebagai kakinya yang ia gunakan untuk berjalan. Jika ia memohon sesuatu kepada-Ku, pasti Aku mengabulkannya dan jika ia memohon perlindungan, pasti akan Aku berikan kepadanya.

4. Kecintaan kepada Allah mengandung konsekwensi dan tidak hanya pengakuan semata. Kecintaan kepada Allah dibuktikan dengan mengikhlaskan ibadah hanya kepada Allah semata, tanpa menyekutukan-Nya dengan yang lain.

5. Dan juga dibuktikan dengan mengikuti sunnah dan petunjuk Nabi shallallahu’alayhi wa sallam, sebagaimana firman-Nya

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Katakanlah: Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

6. Bukanlah yang menjadi masalah adalah bagaimana mengaku mencintai, tetapi yang jadi permasalahan adalah bagaimana agar kecintaan kita diterima dan dibalas oleh Allah ta’ala.

7. Sebab-sebab agar dapat menggapai cinta Allah subhanahu ta’ala diantaranya adalah:

(1). Memberikan perhatian yang serius terhadap ayat-ayat Allah ta’ala, yaitu al-Quran. Yaitu dalam hal membacanya dengan bacaan yang benar, berusaha memahami kandungannya, dan berusaha untuk mengamalkannya dengan sebaik-baiknya. Oleh karena itu, jika seorang hamba membaca al-Quran maka janganlah yang menjadi tujuannya adalah ayat terakhir yang ingin dicapainya akan tetapi yang menjadi perhatiannya adalah bagaimana cara membacanya dengan benar, memahaminya dan mengamalkannya.

(2). Memberi perhatian yang serius terhadap nama-nama Allah yang indah, dan sifat-sifat-Nya yang mulia. Karena orang yang semakin bertambah kesungguhannya dalam memahami nama-nama dan kandungan sifat-sifat Allah ta’ala dengan pemahaman yang benar, maka akan semakin bertambah pula ketaqwaannya dan pengenalannya kepada Allah ta’ala. Maka dialah yang rasa takutnya yang paling besar kepada Allah, paling bersungguh-sungguh dalam beribadah kepada-Nya, dan yang paling jauh dari perbuatan maksiat yang diharamkan oleh Allah ta’ala.

(3). Berdo’a kepada Allah ta’ala, do’a ini sangat banyak yang terdapat dalam al-Quran maupun hadits Nabi shallallahu’alaihi wa sallam. Salah satunya seperti dalam hadits riwayat Tirmidzi yang sebelumnya telah kita sampaikan di atas.

(4). Memberikan perhatian dalam melaksanakan amalan-amalan yang wajib kemudian berusaha menundukkan hawa nafsu, menghiasinya dengan amalan-amalan yang nawafil/ sunnah.

(5). Berusaha bersungguh-sungguh, sekuat tenaga menundukkan hawa nafsu untuk menjauhkan diri dari hal-hal yang dilarang oleh Alla ta’ala, menjauhkan diri dari kemaksiatan. Karena kemaksiatan akan menutup hari seorang hamba, akan jauh dari kecintaan Allah ta’ala, dan bahkan bisa jatuh dalam kebinasaan dan mendatangkan kemurkaan Allah.

(6). Selalu mengutamakan dan mendahulukan hal-hal yang dicintai oleh Allah ta’ala diatas hal-hal yang lebih dicintai oleh hawa nafsu kita. Dan mendahulukan ridho Allah daripada mendahulukan hawa nafsu kita.

(7). Selalu mengingat dan merenungkan kenikmatan yang dilimpahkan oleh Allah ta’ala. Begitu banyak kenikmatan yang Allah limpahkan, bahkan tidak mungkin bisa kita menghitungnya.

(8). Sering bergaul dengan orang-orang yang sholeh, bersahabat dengan orang-orang yang sholeh. Dalam sebuah hadits disebutkan “Seseorang itu bersama dengan agama sahabatnya, maka perhatikanlah siapa yang menjadi sahabat kalian”.

(9). Memiliki rutinitas sholat di sepertiga malam terakhir

(10). Terus menerus dan memperbanyak berdzikir kepada Allah ta’ala

Sepuluh sebab-sebab menggapai kecintaan Allah diatas bukan berarti membatasi, namun yang diatas adalah beberapa yang disebutkan oleh Syaikh.

-selesai-

Berikut saya lampirkan beberapa foto suasana tabligh akbar kemarin (sumber:http://moslemsunnah.wordpress.com)

Tambahan beberapa foto yang saya ambil dari Facebook:

 

About these ads

2 comments on “Download MP3: Meraih Kecintaan Allah ta’ala, oleh Syaikh Prof. Dr. Abdurrozzaq bin Abdil Muhsin al-Abbad al-Badr (Tabligh Akbar di Masjid Istiqlal, Jakarta. Ahad 19 Februari 2012)

  1. mohon ma’af. saya banyak mengcopy/mendownload kajian-kajian baik e-book, mp3 dsb dari situs ini. Alhamdulillah terhingga banyaknya manfaat bagi saya dan orang-orang yang menegakkan kebenaran dan menjada agam Allah (Islam) yang haq. Terima kasih “AS-SUNNAH”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s