//
Coretanku, Fiqih, Mutiara Islam, Ramadhan

Tuntunan Nabi Shallallahu’alahi wa sallam dalam Menghidupkan Malam Lailatul Qadar


bulan

bulan

Barangsiapa yang terhalang dari beribadah pada malam lailatul qadar, sungguh ia telah terhalang dari kebaikan seluruhnya, dan tidaklah terhalang dari kebaikan malam itu kecuali orang yang terhalang dari kebaikan. Oleh karenanya, setiap muslim sangat dianjurkan untuk menghidupkan malam lailatul qadar dengan penuh iman dan mengharapkan pahalayang dijanjikan. Sehingga, apabila ia ikhlas melaksanakannya, dosa dan kesalahan yang pernah ia goreskan dimasa lalu terampuni.

Dibawah ini beberapa tuntunan Nabi shallallahu’alaihi wa sallam dalam menghidupkan malam lailatul qadar.

1. Bersungguh-sungguh, optimis, dan antusias di dalam mencari lailatul qadar.

Aisyah radliyallahu’anha pernah berkata: Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam dahulu begitu semangat (beribadah) pada sepuluh hari terakhir yang tidak pernah beliau melakukannya pada hari selainnya. (HR. Muslim).

Namun itu tidak berarti, bahwa Nabi shallallahu’alahi wa sallam mengerjakan qiyamullail semalam suntuk hingga pagi. Karena Nabi shallallahu’alahi wa sallam juga pernah mengatakan bahwa shalat malam yang paling dicintai dan disukai adalah shalat malam Nabi Dawud, ia tidur pada pertengahan malam, lalu bangun mengerjakan qiyanullail pada sepertiga malam, dan melanjutkan tidurnya kembali pada seperenam malam. (HR Muslim)

2. Menghidupkan malam dengan qiyamullail

Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam

”Barangsiapa yang mengerjakan qiyamullail pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala, niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (Muttafaq’alaihi)

3. Memperbanyak Do’a

Berdo’a dan memperbanyak doa pada malam lailatul qadar sangat dianjurkan. Terutama dengan doa yang diajarkan Nabi shallallahu’alaihi wa sallam kepada Aisyah radliyallahu’anha. Aisyah pernah bertanya kepada Rasulullah shallahu’alaihi wa sallam:

“Wahai Rasulullah, bagaimana menurutmu, apabila ada suatu malam yang aku yakini sebagai malam lailatul qadar, apa yang aku ucapkan? Beliau shallallahu’alaihi wa sallam menjawab:

قُولِي :اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوّ ٌُ تُحِبُّ الْعفْوَ،فاَعْفُ عَنِّي

Ucapkanlah doa: Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun, suka memberi ampunan, maka itu ampunilah aku. (Hadist shahih, HR.Ahmad, at-Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Sudah sepatutnya, pada malam lailatul qadar doa dan istighfar diperbanyak, sebab doa pada malam itu mustajab. Doa tersebut adalah doa paling afdhol yang dipanjatkan untuk memohon (sesuatu) kepada Allah ta’ala. Tidak diragukan lagi, doa tersebut adalah seutama-utama doa yang dipanjatkan seorang hamba kepada Rabb-nya pada malam itu. Yang mana doa itu mengandung permohonan maaf kepada Allah azza wa jalla.

4. Menghidupkan lailatul qadar dengan ibadah dan mengajak keluarga untuk ikut beribadah

Aisyah radliyallahu’anha pernah berkata: Adalah Nabi shallallahu’alaihi wa sallam apabila memasuki sepuluh malam terakhir beliau mengencangkan tali sarungnya, menghidupkan malamnya dan membangunkan keluarganya. (HR. Bukhori dan Muslim)

Hadits tersebut mengandung dalil diisyaratkannya konsisten mengerjakan qiyamullail pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, menghidupkannya dengan ibadah, menjauhi istri, dan mengajak keluarga untuk memperbanyak ketaatan.

Semoga Allah subhanahu wa ta’ala mempertemukan kita dengan malam lailatul qadar dalam naungan iman dan taqwa serta ittiba’ sunnah Rasulullah shallahu’alaihi wa sallam.

Referensi:

Majalah Adz-Dzakiroh edisi khusus Ramadhan-Syawal 1429 Hal. 29-30

Tentang maramis setiawan

>> Diperbolehkan mengopy, mendownload, dan atau menyebarkan konten/artikel dari blog ini, dengan catatan TANPA dikomersilkan dan dengan mencantumkan sumber. >> Komentar yang masuk berupa salam, doa, atau sekedar uneg-uneg yang tidak membutuhkan jawaban insyaAllah akan secepatnya di approve. >> Komentar yang membutuhkan jawaban (khususnya jawaban panjang) atau yang berupa bantahan (syubhat) atas tulisan yang terkait dalam blog ini, maka dengan mohon maaf akan melalui moderasi terlebih dahulu yang lamanya tergantung beratnya pertanyaan atau syubhat tersebut. >> Jika pertanyaan atau bantahan/syubhat memang terlalu lama untuk dimoderasi atau karena "saya belum tahu", saya menyarankan untuk menanyakannya kepada ikhwah atau assatidz Ahlussunnah/ Salafy lain yang lebih tahu.

Diskusi

4 Tanggapan to “Tuntunan Nabi Shallallahu’alahi wa sallam dalam Menghidupkan Malam Lailatul Qadar”

  1. subhannalah ..mudah2an hamba MU ini bisa menjalankan semua ibadah di akhir akhir bulan ramadhan…Ya Allah bantulah hambamu ini dalam mengerjakan perintah2 MU Amin,,

    Posted by istain hendry | September 11, 2009, 9:30 AM
  2. Pesan moral saya copy ke blog saya. Jazakallah.

    silahkan

    Posted by wirawan | September 11, 2009, 3:46 PM

Trackbacks/Pingbacks

  1. Ping-balik: [HOTD] qiyamuR Ramadhan atau shalat taRawih « oRiDo™ On wORds - September 4, 2009

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Video Ceramah: Pelebur Dosa, Ust. Abdullah Zain

Dengerin Radio Islami yuk

Download: ;stream.nsv

Arsip Terbaru

Daftar Isi

Mau SMS Dakwah Gratis ?

Berlangganan

Polling

Mohon Anda mengisi polling ini sebelum meninggalkan blog ini. Jazakumullah Khoiron

Jumlah Pengunjung

  • 1,053,397 Pengunjung
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 93 pengikut lainnya.