wallcoo-com_1920x1200_widescreen_wallpaper_nature_01188_elevation_1920x1200.jpg

Penjelasan Rukun Iman (2): Iman kepada Malaikat Allah


Malaikat adalah makhluk yang hidup di alam ghaib dan senantiasa beribadah kepada Allah Subhanahu wa ta’ala. Malaikat sama sekali tidak memiliki keistimewaan rububiyah dan uluhiyah sedikit pun. Diciptakan dari cahaya dan diberikan kekuatan untuk mentaati dan melaksanakan perintah dengan sempurna.

Rasulullah Shallahu’alaihi wa sallam pernah bersabda,

خُلِقَتِ الْمَلاَئِكَةِ مِنْ نُوْرٍِوَخُلِقَ الْجاَنُّ مِنْ ماَرِجٍِ مِنْ ناَرٍِوَخُلِقَ آدَمُ مِمَّاوُصِفَ لَكُمْ

”Malaikat diciptakan dari cahaya, jin diciptakan dari api yang menyala-nyala, dan adam ’Alaihissalam diciptakan dari apa yang telah disifatkan kepada kalian.”i

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman,

Dan kepunyaan-Nyalah segala yang di langit dan di bumi. dan malaikat-malaikat yang di sisi-Nya, mereka tiada mempunyai rasa angkuh untuk menyembah-Nya dan tiada (pula) merasa letih. Mereka selalu bertasbih malam dan siang tiada henti-hentinya.”ii

Beriman kepada malaikat mengandung empat unsur:

1. Mengimani wujud mereka, bahwa mereka benar-benar ada bukan hanya khayalan, halusinasi, imajinasi, tokoh fiksi, atau dongeng belaka. Dan mereka jumlahnya sangat banyak, dan tidak ada yang bisa menghitungnya kecuali Allah. Seperti dalam kisah mi’raj-nya Nabi Muhammad Shallahu’alaihi wa sallam, bahwa ketika itu Nabi Shallahu’alaihi wa sallam diangkat ke Baitul Ma’mur di langit, tempat para malaikat shalat setiap hari, jumlah mereka tidak kurang dari 70.000 malaikat. Setiap selesai shalat mereka keluar dan tidak kembali lagi.iii

2. Mengimani nama-nama malaikat yang kita kenali, misalnya Jibril, Mikail, Israfil, Mautiv. Adapun yang tidak diketahui namanya, kita mengimani keberadaan mereka secara global. Dan penamaan ini harus sesuai dengan dalil dari al-Quran dan Hadist Rasulullah Shallahu’alaihi wa sallamyang shahih.

3. Mengimani sifat-sifat malaikat yang kita kenali, misalnya:

Memiliki sayap, ada yang dua, tiga atau empat. Dan juga khususnya Malaikat Jibril, sebagaimana yang pernah dilihat oleh Nabi Shallahu’alaihi wa sallamyang mempunyai 600 sayap yang menutupi seluruh ufuk semesta alam.v

Allah berfirman,

”Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”vi

Malaikat bisa menjelma menjadi seorang laki-laki, seperti saat diutus oleh Allah kepada Maryam, Nabi Ibrahim, Nabi Luth. Juga saat diutusnya Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad Shallahu’alaihi wa sallam ketika beliau berkumpul dengan para sahabat dalam satu mejelis untuk mengajarkan agama kepada para sahabat Nabi Shallahu’alaihi wa sallam.vii

Mengimani tugas-tugas yang diperintahkan Allah kepada mereka yang sudah kita ketahui, seperti membaca tasbih dan beribadah kepada Allah Azza wa Jalla siang dan malam tanpa merasa lelah. viii

Sebagian mereka ada yang memiliki tugas khusus. Sebagai contoh,

Malaikat Jibril bertugas untuk menyampaikan wahyu Allah kepada para Nabi dan Rasul. Dan ini bukanlah satu-satunya tugas Malaikat Jibril, sehingga ada anggapan bahwa telah selesai tugas Malaikat Jibril dan nganggur setelah selesainya wahyu yang disampaikan kepada rasul terakhir Nabi Muhammad Shallahu’alaihi wa sallam. Padahal selain tugas utama tersebut Malaikat Jibril juga mempunyai tugas lain, seperti yang pernah disabdakan oleh Rasulullah Shallahu’alaihi wa sallam:

Jika Allah mencintai seorang hamba-Nya, maka dipanggillah Jibril, ’Sesungguhnya Aku telah mencintai fulan, maka cintailah dia!’ Lalu Jibril mencintainya, kemudian Jibril menyeru penghuni langit, ’sesungguhnya Allah mencintai si fulan maka cintailah dia!’ Lalu seluruh penghuni langit mencintainya, kemudian djadikan dirinya dapat di terima di muka bumi.”ix

Malaikat Mikail yang diserahi tugas menurunkan hujan dan meunmbuhkan tumbuh-tumbuhan.

Malaikat Isrofil yang diserahi tugas meniup sangkakala tatkala terjadi peristiwa hari kiamat dan manusia dibangkitkan dari alam kubur.

Malaikat Maut yang diserahi tugas untuk mencabut nyawa seseorang.x

Malaikat Ridwan dan Malik yang diserahi tugas menjaga Surga dan Neraka.

Malaikat yang ditugaskan meniupkan ruh pada janin dalam rahim, yaitu ketika janin telah mencapai usia 4 bulan di dalam rahim, maka Allah Azza wa Jalla mengutus malaikat untuk menuliskan rizki, ajal, amal, celaka, dan bahagianya, lalu meniupkan ruh padanya.xi

Para malaikat (dg sifat Rokib dan ’Atid) yang diserahi menjaga dan menulis semua perbuatan manusia. Setiap orang yang dijaga oleh dua malaikat, yang satu pada sisi kanan dan yang satunya lagi pada sisi kiri. Allah Azza wa Jalla berfirman:

(yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri. Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat Pengawas yang selalu hadir.”xii

Para Malaikat Mungkar dan Nakir yang diserahi tugas menanyai mayit, yaitu apabila mayit telah dimasukkan ke dalam kuburnya, maka akan datanglah dua malaikat yang bertanya kepadanya tentang Rabb-nya, agamanya dan Nabinya.

Malaikat yang mencatat amal orang yang hadir paling awal saat shalat Jum’at. Rasulullah Shallahu’alaihi wa sallam bersabda:


إِذَاكاَنَ يَوْمُ الْجُمُعَةِ كاَنَ عَلَى كُلِّ باَبٍِ مِنْ أَبْوَابِِ الْمَسْجِدِ الْمَلاَئِكَةُ يَكْتُبُوْنَ اْلأَوَّلَ فاْلأَوَّلَ،فَإِذَاجَلَسَ اْلإِمَامُ طُوُّواالصُّحُفَ وَجَاءُوْا يَسْتَمِعُوْنَ الذِّكْرَ

”Tatkala hari jum’at tiba, malaikat berada di setiap pintu masjid mencatat amal orang yang hadir paling awal, lalu yang datang kemudian, jika imam naik ke mimbar di tutuplah buku catatan tersebut. Lalu mereka masuk mendengarkan nasihar (dzikir).”xiii

Buah Iman Kepada Malaikat Allah

Beriman kepada Malaikat membuahkan pengaruh yang mulia diantaranya:

Mengetahui dengan benar keagungan, kebesaran, kekuasaan malaikat, dan kebesaran makhluk menjadi bukti atas kebesaran Penciptanya.

Bersyukur kepada Allah atas perhatianNya yang diberikan kepada anak Adam dengan menugaskan beberapa malaikat yang menjaga, mencatat amal mereka dan tugas-tugas lainnya dalam kemaslahatan hidup manusia.

Kecintaan kita kepada para malaikat atas tugas-tugas yang mereka tunaikan dalam rangka mengabdi dan taat kepada Allah.

—————————-

Referensi:

al-Fauzan, Shalih. Prinsip-Prinsip Aqidah Ahlussunnah wal Jamaah. Pustaka Ishlahul Ummah: Jakarta

al-Utsaimin, Muhhamad bin Shalih,. 2006.Ulasan Tuntas Tentang Tiga Prinsip Pokok. Darul Haq: Jakarta

an-Nawawi, al-Imam. 2006. Syarah Arbain Nawawi. Darul Haq: Jakarta

e-book file chm, almanhaj versi 38

Yazid bin Abdul Qodir Jawwas. 2006. Syarah Aqidah Ahlussunnah wal Jamaah. Pustaka Imam Syafi’i: Jakarta

Footnote

i Riwayat Ahmad (VI/153) dan Muslim (no. 2996 (60)).

ii QS. Al-Anbiya’ 19-20

iii Diriwayatkan oleh al-Bukhari, kitab “Awal Mula Penciptaan”, bab “Penyebutan Malaikat”, dan muslim, Kitabul Iman, bab “Peristiwa Isra’ rasulullah J dan kewajban sholat.

iv Demikianlah nama Malaikat pencabut nyawa yang shahih dalam Al-Quran dan hadist. Adapun penamaan dengan “Izroil” sebagaimana populer dalam masyarakat, maka ini hanyalah isra’iliyyat yang tidak ada dalilnya. (Lihat Ahkamul Janaiz hal 199 oleh Al-Albani dan Mu’jam Al-Manahi lafzhiyyah hal. 238 oleh Syaikh Bakr Abu Zaid.)

v Diriwayatkan oleh al-Bukhari, kitab “Awal Mula Penciptaan”, 3232-3233

vi QS. Faathir: 1

vii Lihat dalam Hadist Arba’in an-Nawawi hadist ke-2

viii Lihat QS. Al-Anbiya’: 19-20, Ash-Shaaffat: 165-166, al-Mu’min: 7, dan asy-Syuura: 5

ix Diriwayatkan oleh al-Bukhari, kitab “Awal Mula Penciptaan”, bab “Penyebutan Malaikat”, dan Muslim, kitab “Kebaikan dan Hubungan Shilaturahmi”, bab “Jika Allah mencintai Hamba, maka Dia menjadikan makhlukNya Turut Mencintainya.

x Yang Allah kehendaki untuk tercabut nyawanya.

xi Riwayat al-Bukhari (no. 3208,3332,6594) dan Muslim (no. 2643), dari Sahabat ‘Abdullah bin Mas’ud t

xii QS. Qaaf: 17-18

xiii Diriwayatkan oleh al-Bukhari, Kitabul Jumu’ah, bab “Mendengarkan khutbah”, dan Muslim, Kitabul Jumu’ah, bab “Keutamaan Datang Dahulu Pada Hari Jum’at”.

About these ads

13 comments on “Penjelasan Rukun Iman (2): Iman kepada Malaikat Allah

  1. subhanawlah maha suci ALLAH. yang menciptakan semuanya. ALLAH kekal dan abadi hidup teru menerus tidak berawal dan tidak berakir dan yang berdiri sendiri

  2. Ping-balik: Iman kepada Malaikat Allah « Iskud’s Blog

  3. Ping-balik: Penjelasan Rukun Iman (2): Iman kepada Malaikat Allah « INFORMASI SEPUTAR PAI

  4. ustadz, apakah ada siksa kubur sementara yang dikuburkan hanyalah tinggal mayat(jasad), sementara roh sudah berpisah dari jasad..

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s