199833_buah-nangka_663_382

Gupak Pulute, Ora Mangan Nangkane


Alhamdulillâh, wash shalâtu was salâmu ‘alâ rasûlillah…

Kalau diterjemahkan secara harfiah, pepatah jawa di atas artinya: terkena getahnya (pulut) tidak makan nangkanya. Pada masa nangka belum dijual di supermarket dalam kemasan “siap makan”, jika kita ingin makan nangka maka harus berjuang dulu. Membuka buahnya yang besar, kemudian melepas isi yang dapat kita makan. Kita tidak akan pernah makan nangka tanpa “gupak pulut”nya dulu. Adapun membersihkan “pulut” (getah) harus pakai minyak kelapa, kemudian dibilas pakai sabun.

Adapun secara luas, pepatah Jawa ini ingin menunjukkan sebuah peristiwa atau kiasan yang menggambarkan akan kesialan seseorang, karena ia tidak menikmati hasil pekerjaannya, tetapi justru menerima resiko buruknya. Baca lebih lanjut

DSC_7105 copy

Sunnah-Sunnah Sebelum Shalat Hari Raya


Berikut beberapa sunnah-sunnah yang hendaknya dilakukan sebelum shalat hari raya,

1. Mandi

Ketahuilah bahwasanya tidak shahih semua hadits dari Rasulullah -shallallahu’alaihi wa sallam- yang berkaitan tentang mandi dalam shalat dua hari raya. Imam al-Bazzar -rahimahullah- mengatakan, “Saya tidak mengetahui hadits shahih tentang mandi dua hari raya.” [1]

Akan tetapi, terdapat beberapa atsar dari sebagian sahabat yang menunjukkan hal ini. Di antaranya ialah dari Abdullah bin Umar -radliyallahu’anhuma- bahwasanya beliau mandi di hari raya Idul Fithri ketika hendak pergi ke lapangan.[2] Baca lebih lanjut

ghoribah

Ayat-Ayat Gharibah (Bag. 7) : Cara membaca kata ضعف dalam QS. Ar-Rum: 54


Di dalam al-Quran ada beberapa tulisan yang sering dibaca tidak sebagaimana mestinya, yang disebut dengan ayat-ayat ghoribah atau ayat-ayat asing. Agar terhindar dari kesalahan-kesalahan dalam membaca al-Quran, maka berikut ini akan dijelaskan ayat-ayat tersebut dengan cara membacanya (Dalam riwayat Hafsh dari ‘Ashim dari jalur syathibiyyah).

9. Cara membaca ضعف dalam QS. Ar-Rum: 54

Yaitu huruf dhad (ض )  dalam kata ضَعْفٍ dan ضَعْفًا boleh dibaca dengan 2 cara:

(1) Dengan harakat fathah :

dhokfin

 

Mari kita simak contoh tilawah oleh Syaikh Muhammad Ayyub, Baca lebih lanjut

ghoribah

Ayat-Ayat Gharibah (Bag. 6) : Nun ‘Iwadh


Di dalam al-Quran ada beberapa tulisan yang sering dibaca tidak sebagaimana mestinya, yang disebut dengan ayat-ayat ghoribah atau ayat-ayat asing. Agar terhindar dari kesalahan-kesalahan dalam membaca al-Quran, maka berikut ini akan dijelaskan ayat-ayat tersebut dengan cara membacanya (Dalam riwayat Hafsh dari ‘Ashim dari jalur syathibiyyah).

8. Nun ‘Iwadh

Nun ‘Iwadh atau Nun Washal (disebut juga dengan Nun Wiqayah) adalah nun kecil, yaitu Nun yang dibaca dengan harakat kasrah. Terjadi apabila huruf yang ber-harakat tanwin (  ــــًـــٍـــٌ)  bertemu dengan hamzah washal dimana huruf Nun Sukun dalam tanwin dibaca menjadi huruf Nun yang ber-harakat kasrah [1]   Baca lebih lanjut

apple-core

Menelan Sisa Makanan di Gigi Ketika Puasa


Soal:

Ketika makan sahur, ada sisa makanan yang nyangkut di gigi. Ketika itu ditelan, apakah membatalkan puasa? Terima kasih

Jawaban: 

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,

Kasus semacam ini telah dijelaskan oleh Imam Ibnu Qudamah rahimahullah. Dalam karya monumentalnya, Al-Mughni, beliau membuat satu pembahasan khusus tentang ini,

ومن أصبح بين أسنانه طعام؛ لم يخل من حالين: أحدهما؛ أن يكون يسيرا لا يمكنه لفظه، فازدرده، فإنه لا يفطر به؛ لأنه لا يمكن التحرز منه، فأشبه الريق، قال ابن المنذر: أجمع على ذلك أهل العلم.

Orang yang di pagi hari merasa ada makanan di sela-sela giginya, kondisinya tidak lepas dari 2 hal: Baca lebih lanjut

ghoribah

Ayat-Ayat Gharibah (Bag. 5): Saktah


Di dalam al-Quran ada beberapa tulisan yang sering dibaca tidak sebagaimana mestinya, yang disebut dengan ayat-ayat ghoribah atau ayat-ayat asing. Agar terhindar dari kesalahan-kesalahan dalam membaca al-Quran, maka berikut ini akan dijelaskan ayat-ayat tersebut dengan cara membacanya (Dalam riwayat Hafsh dari ‘Ashim dari jalur syathibiyyah).

7. Saktah

Saktah yaitu menahan suara sejenak tanpa nafas (dua harakat) ketika washal, dalam mushaf ditandai dengan huruf:

saktah

Terdapat di 4 tempat (menurut Imam Hafsh dari ‘Ashim): Baca lebih lanjut

Milk

Qadha atau Fidyah bagi Wanita yang Sedang Hamil dan Menyusui ?


Sebagaimana kita ketahui, salah satu golongan yang diberi rukhshoh (keringanan) untuk tidak berpuasa adalah wanita yang hamil dan menyusui. Namun bagaimana cara mengganti kewajiban puasa mereka? apakah dengan meng-qadha’-nya di luar bulan Ramadhan atau cukup dengan membayar fidyah ? [1]

Dalam masalah ini terdapat perbedaan di antara para ulama terdahulu ataupun kontemporer, sebagian mengatakan, “Bagi mereka berdua harus menggantinya dengan puasa, sebagaimana yang ditinggalkan puasa maka menggantinya juga harus dengan puasa”. Ulama yang lain berpendapat bahwa wanita yang sedang hamil atau menyusui yang tidak mampu puasa atau khawatir akan kondisi anaknya maka baginya cukup membayar fidyah saja, setiap harinya memberi makan orang miskin. Baca lebih lanjut