kampus2

Mahasiswa Yang Tak Kenal Agama


Sayang sekali jika ada mahasiswa yang sampai duduk di bangku kuliah tidak bisa baca Al Qur’an, tidak kenal shalat, bahkan tidak kenal akidah yang benar. In the fact, tidak sedikit yang seperti itu. Cuma modal kecerdasan dan kekayaan mudah masuk kuliah, namun pengetahuan agama sangat kurang.

Sangat Menyayangkan Jika Tidak Paham Agama

Coba bayangkan jika orang yang cerdas tapi shalat saja tidak dimengerti, Qur’an saja tidak bisa dibaca, apa keuntungannya kecerdasan yang ia miliki?
Lanjut membaca

destiny

Keputusan Allah Pasti Lebih Baik


Bagi orang yang mendapat cobaan yang sangat berat kemudian berdoa, janganlah sampai terlintas dalam hatinya bahwa jawaban-jawaban doanya ditunda atau malah tidak dikabulkan. Allah-lah Zat Yang wajib dimintai, Maharaja, dan Mahabijaksana. Andaikata Dia tak menjawab, Dia melakukan apa yang dikehendaki dalam kekuasan-Nya. Andaikata Dia mengakhirkan, maka Dia telah berbuat sesuai dengan kebijaksanaan dan hikmah-Nya.

Berangsiapa yang berpaling dari-Nya pada saat sendirian, ia pasti keluar dari sifat-sifat sebagai hamba, yang mendesak seakan-akan ialah pemilik alam ini. Hendaklah ia tahu bahwa Allah memilihkan yang terbaik bagi hamba-Nya. Mungkin saja ia meminta aliran air, namun siapa tahu jika ia malah hanyut terbawa arus itu. Lanjut membaca

cukup makan

Cukupkanlah Porsi Makan Anda


عن المقدام بن معد يكرب قال: سمعتُ رسول الله يقول: (( ما ملأ آدميٌّ وعاءً شرًّا من بطن، بحسب ابن آدم أكلات يُقمن صلبَه، فإن كان لا محالة، فثُلثٌ لطعامه، وثلثٌ لشرابه، وثلثٌ لنفَسِه )) رواه أحمد والترمذي والنسائي وابن ماجه، وقال الترمذي: (( حديث حسن

Dari Al-Miqdam bin Ma’dikarib, beliau berkata, aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah anak Adam memenuhi kantung yang lebih buruk dari perut. Cukuplah bagi anak Adam memakan beberapa suapan untuk menegakkan punggungnya. Namun jika ia harus (melebihinya), hendaknya sepertiga perutnya (diisi) untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga lagi untuk bernafas”.[1]

Diriwayatkan oleh Imam Ahmad, At-Tirmidzi, An-Nasa-i, Ibnu Majah. Dan At-Tirmidzi
berkata, “Hadits Hasan”.[2]

Lanjut membaca

pohon-tanpa-buah

Bencana, Banyak Ilmu Namun Tanpa Amal


Mendulang Pelajaran Akhlak dari Syaikh Abdurrozzaq Al-Badr, hafizhahullah

Oleh: Abu Abdil Muhsin Firanda

Mengenai Syaikh Abdurrozzaq, sebagaimana pengakuan sebagian teman yang pernah dekat dengan beliau, bahwasanya beliau bukanlah orang yang paling ‘alim di kota Madinah, bahkan bukan pula orang yang paling ‘alim di Universitas Islam Madinah, karena pada kenyataannya masih banyak ulama lain lebih unggul daripada beliau dari sisi keilmuan. Akan tetapi yang menjadikan beliau istimewa di hati para mahasiswa adalah perhatian beliau terhadap amal, takwa, dan akhlak. Hal ini tidak mengherankan karena seringkali wejangan-wejangan beliau tentang perhatian pada mengamalkan ilmu. Lanjut membaca

tanya

Allah Tidak Ditanya, Justru Engkaulah Yang Akan Ditanya


Ketika engkau dilanda kegalauan, kegelisahan, dan engkau merasa bahwa Allah tidak adil dalam menetapkan taqdir-mu, dan engkaupun mulai bertanya-tanya dan ingin meluapkan kekesalan dengan berteriak kepada Allah, “Yaa Allah, mengapa ini terjadi??”.

Wahai jiwa yang resah, jika engkau masih memiliki keimanan terhadap al-Qur’anul Karim, maka bukalah mushaf milikmu, renungilah bahwasanya Allah berfirman,

لاَ يُسْأَلُ عَمَّا يَفْعَلُ وَهُمْ يُسْأَلُونَ

“Dia (Allah) tidak ditanya tentang apa yang diperbuat-Nya, dan merekalah yang akan ditanyai”. QS. Al Anbiya’: 23. Lanjut membaca

gelisahdoa

Hiburan Bagi Jiwa Yang Gelisah Karena Doa Yang Tak Kunjung Terkabul


Tidaklah heran jika seorang hamba ketika ingin menginginkan sesuatu maka mereka berdo’a kepada Allah azza wa jalla, mereka pun selalu berdoa kepada Allah sebagai wujud ketauhidan mereka yang lurus, Allah berfirman,

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

“Hanya kepada Engkaulah kami menyembah, dan kepada hanya Engkaulah kami meminta pertolongan”. (QS. al-Fatihah: 5)

Namun yang terkadang menggelisahkan jiwa ini adalah ketika kita selalu berdoa, namun doa itu tak kunjung terkabul dan telah lelah rasanya lisan ini menyeru kepada Allah dengan doa-doa kita. Padahal Allah Maha Mendengar dan Allah Maha Pemberi rezeki, lalu mengapa doa tersebut tidak kunjung menghampiri? Lanjut membaca

alpukat

Dialog pengobatan tradisional dan herbal: Khasiat buah Alpukat


Dialog pengobatan herbal bersama Ust. Abu Muhammad al-Qiyanji dalam salah satu program dialog di radio rodja, berikut akan diterangkan khasiat buah alpukat dan tanya jawab seputar pengobatan herbal. Semoga bermanfaat.

Download


surat istri2

Surat Terbuka untuk Para Istri: Rumah Tangga adalah Ladang Kebaikan


Para istri yang kami hormati…

Suamimu adalah ladang yang subur untuk meraih surga Allah ta’ala. Maka manfaatkanlah ladang itu sebaik-baiknya untuk bercocok tanam; sehingga engkau dapat memetik hasilnya kelak di akhirat.

Rasululullah shallallahu’alaihiwasallam menasehatkan,

إِذَا صَلَّتْ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا، وَصَامَتْ شَهْرَهَا، وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا، وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا؛ قِيلَ لَهَا ادْخُلِي الْجَنَّةَ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ”.

“Jika seorang wanita menunaikan shalat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya dan menaati suaminya; niscaya akan dikatakan padanya: “Masuklah ke dalam surga dari pintu manapun yang kau mau”. HR. Ahmad dari Abdurrahman bin ‘Auf radhiyallahu’anhu dan dinyatakan hasan oleh Syaikh al-Albany. Lanjut membaca

apel

Dialog pengobatan tradisional dan herbal: Khasiat buah Apel


Dialog pengobatan herbal bersama Ust. Abu Muhammad al-Qiyanji dalam salah satu program dialog di radio rodja, berikut akan diterangkan khasiat buah apel dan tanya jawab seputar pengobatan herbal. Semoga bermanfaat.

Download 1


Download 2


surat istri1

Surat Terbuka Untuk Para Istri (1): Rumah Tangga Adalah Nikmat


Rumah tangga merupakan perkara yang sangat pokok bagi kehidupan manusia. Bahkan Rasulullah shallallahu’alahihiwasallam menyatakan bahwa seorang yang telah berumah tangga, berarti ia telah menyempurnakan separuh agamanya. Kata beliau,

“إِذَا تَزَوَّجَ الْعَبْدُ فَقَدْ كَمُلَ نِصْفُ الدِّيْنِ، فَلْيَتَّقِ اللهَ فِي النِّصْفِ الْبَاقِي”.

“Apabila seorang hamba menikah berarti separuh agamanya telah sempurna. Maka hendaklah ia bertakwa kepada Allah dalam menjaga setengah yang tersisa”. HR. Al-Baihaqy dalam Syu’ab al-Iman dan dinyatakan hasan oleh Syaikh Lanjut membaca